Melawan Perubahan

Wanita dengan jaringan sosial yang luas dalam aspek keluarga, pekerjaan, organisasi relawan, kelompok agama, atau hobi ternyata memiliki tekanan darah rendah, maupun berkurangnya risiko terhadap penyakit diabetes, jantung, dan stroke.

kongkow bareng temen

Menginjak usia matang, 40 hingga 50-an, beberapa tantangan dan alasan menjaga tubuh tetap fit mulai tampak. Tiap perubahan yang terjadi perlu diatasi sebelum kian menjadi masalah. Beberapa problem kesehatan  umum dialami wanita usia matang. Metabolisme menurun sebanyak 2% tiap satu dekade. Massa otot mulai berkurang, kepadatan tulang juga tereduksi 1% per tahun sejak pertengahan usia 30-an. Libido pun menurun akibat perubahan hormonal, belum lagi stres akibat pekerjaan, keluarga, anak, keuangan dan lainnya.

Karena berbagai alasan itulah, ada baiknya mulai membangun kebiasaan sehat berikut sebagai pencegahan. Agar kita tidak hanya berhasil melawan perubahan, namun juga tetap sehat, energik, dan siap untuk menjalani tahun-tahun mendatang.

Sarapan Setiap Hari
Ahli gizi menyetujui bahwa sarapan sangat penting dalam menjaga berat badan dan menaikkan metabolisme untuk pembakaran kalori. Sebuah penelitian menunjukkan, wanita yang makan cukup karbohidrat saat sarapan mampu menurunkan 21% berat badan setelah 8 bulan, dibandingkan dengan yang diet rendah karbohidrat dan makan porsi kecil. Mereka yang sarapan rendah karbohidrat kembali naik berat badan setelah 4 bulan. Mengapa? Metabolisme tertinggi terjadi di pagi hari. Makanan padat gizi memacu aktivitas dan mencegah keinginan mengemil yang muncul jelang siang hingga sore hari.

Konsumsi Kalsium dan Vitamin D
Untuk tulang yang kuat, kalsium dan vitamin D sangat diperlukan. National Osteoporosis Foundation merekomendasikan perempuan di usia matang mengonsumsi 1000 mg kalsium, dan 400 sampai 800 IU vitamin D setiap hari, dari makanan seperti susu atau salmon. Juga penambahan suplemen jika diperlukan, untuk kesehatan optimal.

Tambah protein
Pilih makanan dengan asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk protein setidaknya dua kali sehari. Hal ini dapat meningkatkan kadar neurotransmitter di otak yang dapat membantu meringankan gejala depresi, lambat berpikir, dan gangguan daya ingat. Sumber protein yang baik di antaranya ikan, telur, dan kacang-kacangan. Tapi jangan lupakan karbohidrat, yang berperan dalam perbaikan mood dengan meningkatkan produksi serotonin di otak.

Olahraga Rutin
Latihan kekuatan selama lebih kurang 6 bulan diyakini meningkatkan metabolisme istirahat, artinya dapat membakar lebih banyak kalori bahkan ketika sedang duduk di sofa. Latihan ini juga membantu menguatkan tulang, menjaga keseimbangan, dan menghindari cedera untuk melindungi rangka tubuh. Targetkan untuk berolahraga minimal 30 menit lima kali dalam seminggu.

o-OLDER-WOMEN-FRIENDS-facebook

Berkumpul Bersama Rekan
Bersantai dengan teman dapat mengurangi stres dan meningkatkan kepercayaan diri. Wanita dengan jaringan sosial yang luas dalam aspek keluarga, pekerjaan, organisasi relawan, kelompok agama, atau hobi ternyata memiliki tekanan darah rendah, maupun berkurangnya risiko terhadap penyakit diabetes, jantung, dan stroke.

Latihan mengontrol Stres
Stres dapat menghambat variabilitas denyut jantung dan memicu naiknya tekanan darah, kurangnya energi untuk otak, libido rendah, dan kematian sel lebih cepat. Banyak risiko fatal terjadi akibat stres. Agar irama jantung tetap sehat, biasakan untuk mengatur napas melalui hidung dengan menghirup dan mengembuskannya selama 8 detik minimal dua kali sehari. Hal ini berguna untuk mengaktifkan saraf vagus untuk merilekskan jantung, otot, saluran pernapasan, pencernaan, maupun pembuluh darah.

(Angie Diyya/Dari Berbagai Sumber, Foto: Istimewa)

 

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here