72 Indonesian Inspiring Women 2017: Nila Djuwita F Moeloek Menteri Kesehatan RI

 

Visi Nawacita pemerintahan Presiden Jokowi diterjemahkan lebih rinci pada tiga fokus, yakni percepatan pembangunan infrastruktur, percepatan deregulasi ekonomi, maupun pembangunan manusia.

 

Tanggung jawab besar dalam mempercepat kualitas manusia Indonesia di bidang kesehatan dibebankan di pundaknya sejak tiga tahun lalu. Demi mewujudkan manusia dan keluarga Indonesia sehat, pemerintah mematok tiga pilar utama, yakni mengubah cara pandang tentang kesehatan atau paradigma sehat, meningkatkan pelayanan kesehatan, dan membangun jaminan kesehatan nasional.

Tak salah memang Presiden Jokowi mempercayakan kursi Menteri Kesehatan RI kepada wanita kelahiran Jakarta, 11 April 1949 ini, mengingat dia sudah menghabiskan sepanjang hidupnya mengabdi di dunia kesehatan dan pendidikan.

Terbukti, dalam dua tahun masa pemerintahan, Indeks Kesehatan meningkat dari posisi 77,30 (2014) ke angka 78,12 (2016). Demikian juga terjadi penurunan sangat signifikan pada angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan balita yang mengalami stunting.

Angka absolut kematian ibu menurun dari 5019 (2013) ke 4.809 (2015), angka absolut kematian bayi turun dari 23.703 (2013) ke 22.267 (2015), dan persentase angka balita mengalami stunting menurun dari 37,2% (2013) menjadi 29,6% (2015).

Demi mewujudkan layanan kesehatan hingga ke pelosok negeri, pemerintah telah mengirim sedikitnya 838 orang Tim Nusantara Sehat yang terdiri atas dokter, bidan, dan perawat, untuk ditempatkan di 158 Puskesmas di Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).

Selain itu, jumlah rumah sakit dan puskesmas dengan tenaga kesehatan standar terus ditingkatkan. Lalu, jumlah puskesmas yang memiliki minimal lima jenis tenaga kesehatan meningkat dari 1179 (2015) menjadi 1256 (2016).

Sementara, persentase rumah sakit di kabupaten/kota kelas C yang memiliki empat dokter spesialis dasar dan tiga dokter spesialis penunjang, juga bertambah dari 35% (2015) menjadi 43,95% (2016). Pada 2016 Kementerian Kesehatan juga terus meninggikan jumlah penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan fasilitas kesehatan yang melayani serta membayarkan iuran bagi penduduk termiskin.

Sebanyak 169.574.010 penduduk Indonesia telah menjadi peserta BPJS per 16 Oktober 2016. Tercatat sebanyak 91.166.408 Penerima Bantuan Iuran (PBI) KIS, dan sebanyak 25.654 fasilitas kesehatan melayani para pasien KIS.

Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Nila dipercaya sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk Millennium Development Goals. Tugasnya, menurunkan kasus angka HIV-AIDS dan angka kematian ibu dan anak.

Di bawah kepemimpinannya, dia menggagas dan melaksanakan Pencerah Nusantara, yaitu gerakan inovasi sosial di bidang kesehatan, khususnya layanan Puskesmas. Imam Fathurrohman | Dok. Pribadi

 

Women’s Obsession edisi Agustus 2017

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here