72 Indonesian Inspiring Women 2017: Retno Marsudi Menteri Luar Negeri RI

Menlu perempuan pertama di Indonesia ini mendapat tugas yang tidak main-main, mengingat di pundaknya citra dan posisi Indonesia dipertaruhkan di kancah internasional.

 

Tugas berat Indonesia di kancah internasional menjadi tanggung jawab Menteri Retno Marsudi. Di bawah kepemimpinan Retno, politik luar negeri Indonesia menjadi semakin menguat dan memiliki pengaruh besar.

Dia mengelolanya secara tegas, mampu menjembatani berbagai perbedaan dan konflik dunia, serta menebarkan wajah damai Indonesia secara berkelanjutan. Pada saat terjadi konflik di Rakhine State Myanmar misalnya, Retno langsung melakukan marathon diplomacy, sehingga situasi Rakhine State tidak memburuk dan hubungan Myanmar Bangladesh membaik. Diplomasi yang sama dimainkan pada saat terjadi konflik Arab Saudi-Iran, isu Qatar, dan kekerasan Israel di Masjid Al Aqsa. Atas desakan Retno, OKI melakukan Pertemuan Luar Biasa membahas konflik di Al Aqsa di Istanbul 1 Agustus 2017.

Retno juga sangat aktif dalam menangani isu ancaman terorisme. Atas inisiatifnya, pertemuan Trilateral antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina telah dilakukan Juni 2017 untuk merespon situasi di Marawi City paska serangan teroris pada 23 Mei 2017.

Indonesia sangat dihargai dunia, karena pendekatan komprehensif dengan menyeimbangkan strategi soft power dan hard power. Dia juga aktif dalam menjaga persatuan dan sentralitas ASEAN. Saat ini, diplomasi Indonesia sedang aktif diarahkan untuk pencalonan Indonesia pada Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Satu hal lagi yang menjadi catatan politik luar negeri Indonesia adalah kepedulian tinggi dalam perlindungan terhadap warga negara Indonesia yang sedang tinggal di luar negeri.

Rekam jejak Retno dalam bidang hubungan internasional tak perlu diragukan. Malang-melintang sejak 1986 sebagai seorang diplomat, dia begitu menikmati ‘dunianya’. Tak heran, dari jabatan yang diampunya seringkali mendulang prestasi. Salah satunya adalah anugerah tertinggi Ridder Grootkruis in de Orde van Oranje-Nassau dari Raja Belanda yang diterima di awal 2015.

Retno dinilai telah berprestasi sangat luar biasa selama menjalankan tugasnya sebagai Duta Besar RI untuk Belanda. Sebelumnya, saat menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Norwegia, pada 2008, dia juga mendapat anugerah Royal Norwegian Order of Merit Grand Officer. Diterima dari Raja Harald V atas prestasi maupun jasa-jasanya meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Norwegia.

Retno adalah orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan ini. Dari dalam negeri, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menganugerahinya Hamengku Buwono IX Award, atas komitmen kuat menegakkan kepentingan kemanusiaan dan memajukan perdamaian dunia. Imam Fathurrohman |Dok. Kemenlu RI

 

Women’s Obsession edisi Agustus 2017

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here