72 Indonesian Inspiring Women 2017: Titi Hatta Ketua Umum WITT

Sebagai pemimpin muda pertama yang dipercaya memimpin WITT , Titi pantang mundur mengampanyekan bahaya rokok konvensional maupun modern kepada para wanita sebagai pintu lahirnya generasi penerus.

 

Figur wanita kelahiran 8 April ini terbilang akrab dengan berbagai perubahan. Titi Hatta pernah berbisnis agensi pengiriman TKI. Kemudian beralih ke usaha tas branded TyLux Boutique dan mengelola rumah produksi film.

Ketahanannya di berbagai situasi menjadi keunggulan seorang pemimpin di mata para senior WITT. Dia mengakui pengalaman dan kemampuan para senior di WITT sudah berada jauh di atasnya. Namun, dia tak mudah patah arang.

“Situasi pro dan kontra itu adalah hal yang wajar. Jangankan di organisasi, kadang hati dan pikiran kita kerap bertentangan. Ketika dipercaya memimpin, saya akan bersikap menampung ide dan kritikan, lalu menyaringnya. Dari sanalah, saya melangkah dan tidak akan goyah, meski rintangan berat sekalipun. Faktor inilah yang diapresiasi para senior, sehingga mempercayakan WITT kepada saya,” sambung ibu tiga anak ini sembari tersenyum.

Di tahun pertama kepemimpinannya, perempuan yang berhijab di awal 2017 tersebut semakin aktif menggiatkan penyuluhan kampanye anti rokok kepada para ibu.

Kolektor cangkir ini menguraikan, “Wanita adalah pintu lahirnya generasi penerus. Di setiap rumah, kami berperan sebagai istri, ibu, dan panutan. Oleh karena itu, wanita adalah kunci perubahan menerapkan gaya hidup sehat. Pengemban amanah tidak menularkan kebiasaan buruk kepada anak-anak.”

Menyimak salah satu hasil penyuluhan di kawasan utara Jakarta, ternyata pemenuhan konsumsi rokok kerap diposisikan di atas kebutuhan pangan.

“Miris melihat para ayah yang lebih mengutamakan membeli rokok, dibandingkan makanan bernutrisi untuk anak-anaknya. Tidak hanya merugikan keluarga dan diri sendiri, tetapi menjadi contoh buruk bagi tumbuh kembang anak ke depan,” tandasnya.

Selain bahaya rokok konvensional, dia mencermati bahaya rokok modern yang marak dikonsumsi lima tahun terakhir ini. Ketika memperingati hari tanpa tembakau sedunia Mei silam, dia kembali menegaskan bahwa rokok menjadi pintu pertama dari penyalahgunaan narkoba.

Untuk itulah, dia berharap pemerintah semakin serius memperketat tingkat produksi rokok, menetapkan harga rokok yang semakin tidak terjangkau oleh anak-anak, dan mengeluarkan kebijakan tidak menjual rokok secara eceran. Silvy Riana Putri | Edwin Budiarso

 

Women’s Obsession edisi Agustus 2017

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here