72 Indonesian Inspiring Women 2017:Melani Leimena Suharli Anggota Komisi VI DPR RI

 

Mewarisi darah pejuang sang ayah, dia meretas karier politik sebagai wujud perjuangan di era modern.

 

Politik bukan dunia baru bagi perempuan kelahiran 27 Januari 1951 ini. Sejak remaja, ayahnya, Dr Johannes Leimena menanamkan konsep politik adalah salah satu alat untuk melayani masyarakat. Nilai dasar tersebut ditemui juga dalam jati diri Partai Demokrat.

Pertama kali terjun ke kancah politik, dia langsung dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat. Di tahun berikutnya, ibu tiga anak ini ditunjuk oleh Presiden SBY untuk menjabat sebagai Anggota Dewan Pembina Partai. Melani Leimena Suharli adalah perempuan satu-satunya di dewan pembina partai di masa tersebut.

Ketika maju sebagai calon pasangan wakil ketua dan ketua MPR RI 2009-2014 bersama Taufik Kiemas, dia kembali menjadi perempuan satu-satunya yang bersinergi dengan pimpinan tertinggi lembaga negara Indonesia.

Pada periode 2014-2019, terpilih lagi menjadi anggota DPR RI yang ditugaskan oleh Fraksi partai Demokrat di Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, BUMN, Koperasi, dan UKM. Komisi ini sesuai dengan ruh pengusaha di dalam dirinya.

Untuk meningkatkan produksi dan kemampuan manajemen SDM UKM binaannya, Melani mengikutsertakan mereka dalam pelatihan-pelatihan bekerjasama dengan Kementerian yang menjadi mitra di Komisi VI.

Dia juga memberikan jalan para UKM untuk permodalan dan telah menyewakan kios di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Melani telah membuat komunitas Wirausaha Baru Usaha Kecil Menengah Binaan Melani Leimena Suharli (WUB UKM MLS).

Sebagai sarana pengusaha UKM Binaannya belajar manajerial, dan pemasaran produk mereka. Bermanfaat pula untuk mempererat tali silaturahmi dan wadah saling sharing.

Selain fokus menunaikan tugas di Senayan, dia juga mencermati kondisi perempuan Indonesia yang belum sepenuhnya mampu menyuarakan pendapat dan keinginan. Salah satu indikator yang dikhawatirkannya adalah data International Organisation for Migration (IOM) dari Maret 2005-Desember 2014 dari 6651 jumlah perdagangan manusia, 74% adalah perempuan dewasa sebanyak 4888 orang.

“Dari data di atas, saya semakin yakin mengajak para perempuan untuk merambah posisi strategis berbagai bidang. Tujuannya membantu kaum Hawa dengan melahirkan kebijakan-kebijakan yang pro-perempuan,” tandas Melani.

Dia menambahkan bahwa data Kementerian Perindustrian, dari total jumlah pelaku industri di Indonesia 95% adalah pelaku Industri Kecil menengah (IKM). “Saya bangga dari 95% pelaku IKM tersebut ternyata 65% penggerak industrinya adalah perempuan. Mereka mempunyai semangat untuk menyejahterakan keluarga dan berpeluang membantu roda perekonomian bangsa,” imbuhnya. Silvy Riana Putri | Dok. Pribadi

 

Women’s Obsession edisi Agustus 2017

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here