72 Indonesian Inspiring Women 2017:Rini Soemarno Menteri Badan Usaha Milik Negara RI

 

Sosok pekerja keras Rini terlihat saat dia sering kerja hingga larut malam. Dia merupakan figur yang bersahaja dalam memimpin perusahaan-perusahaan swasta hingga menjabat menteri BUMN.

 

Seorang pekerja keras. Itulah kepribadian Rini Mariani Soemarno. Dia diangkat menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI dalam Kabinet Kerja 2014-2019 oleh Presiden Jokowi sejak 26 Oktober 2014. Wanita kelahiran Maryland, Amerika Serikat (AS) 9 Juni 1958 ini adalah sarjana ekonomi lulusan 1981 dari Wellesley College, Massachusetts, AS.

Menteri yang diangkat dari kalangan profesional tersebut sebelumya pernah menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Gotong Royong 2001-2004 pada era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Pada masa kecilnya, dia pernah berpindah dari Amerika ke Jakarta, dan Belanda, karena tugas ayahnya. Dia sempat magang di Departemen Keuangan Amerika Serikat dan memulai kariernya bekerja di Citibank Jakarta pada 1982.

Ayahnya, Soemarno, adalah Gubernur Bank Indonesia (1960-1963) dan Menteri Keuangan Kabinet Kerja (1960- 1962), dan pernah menjadi Menteri Koordinator Kompartimen Keuangan (1964-1966).

Profesi Rini sepertinya mengikuti sang ayah. Tahun 1982, dia memutuskan kembali ke Indonesia dan bekerja di Citibank Jakarta. Kariernya terus melesat hingga menggapai kursi vice president Citibank. Dia kemudian pindah ke PT Astra Internasional.

Tahun 1990, dipercaya William Soeryadjaya menduduki kursi Direktur Keuangan Astra Internasional sampai 1998. Di tahun yang sama, dia pun sempat menjadi wakil ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Dia kembali ke Astra saat perusahaan tersebut mengalami badai krisis ekonomi dan hampir membuat karam. Namun, dengan kepiawaian berbekal profesional yang dimiliki, dia berhasil mendongkrak Astra melaju kembali. Keuntungan keseluruhan tahun 1999 mencapai angka Rp800 miliar dari kerugian sebelumnya sebesar Rp1.976 triliun di tahun 1998.

Sosok pekerja keras Rini terlihat saat dia sering kerja hingga larut malam. Dia merupakan figur yang bersahaja dalam memimpin perusahaan-perusahaan swasta hingga menjabat menteri BUMN.

Prestasi Rini adalah sukses meningkatkan aset-aset BUMN. Kerugian BUMN dari Rp10,2 triliun (2014) menurun menjadi Rp5,8 triliun (2015). Dari 27 perusahaan yang merugi di tahun lalu, berkurang menjadi 18 perusahaan.

Total aset BUMN tahun 2015 mencapai Rp5395 triliun dari tahun 2014 yang hanya Rp4577 triliun dan ditargetkan terus meningkat. Arief Sofiyanto | Istimewa

 

Women’s Obsession edisi Agustus 2017

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here