72 Indonesian Inspiring Women 2017:Sri Mulyani Menteri Keuangan RI

Pengakuan karier cemerlang di bank dunia, tak membuatnya lupa untuk membangun negeri dari sisi keuangan. raihan prestasi membanggakan kian memacu semangat untuk berbagi ilmu dan pengalaman.

 

Reputasinya di tingkat dunia sebagai managing director World Bank rela ditinggalkan untuk menjadi menteri keuangan RI atas permintaan Presiden Jokowi. Sri Mulyani didapuk menjadi menteri keuangan pada 27 Juli 2016 dalam perombakan Kabinet Kerja Jilid II.

Sebelumnya, dia pernah menjabat menteri keuangan (2005-2010) dan direktur eksekutif IMF mewakili 12 negara Asia Tenggara (2002-2004). Dia meraih Sarjana Ekonomi di UI dan gelar MSc maupun PhD di University of lllinois Urbana Champaign, USA.

Pada Agustus 2008, dia disebut majalah Forbes sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia. Kemudian menduduki posisi ke-37 wanita tangguh versi Forbes (2016). Bahkan, Majalah Keuangan Hong Kong, Finance Asia, menobatkannya sebagai menteri keuangan terbaik pada 2017. Pada 5 Desember 2005,

Presiden SBY menunjuknya sebagai menteri keuangan. Kebijakan awal menjadi
menteri keuangan, dia memecat petugas korup di lingkungan depertemen keuangan. Tak hanya itu, dia juga mengubah struktur pegawai di lingkup pemerintahannya dan menaikkan gaji petugas pajak, untuk mengurangi sogokan di departemen keuangan.

Dia juga bisa berhasil meminimalisasi korupsi dan memprakarsai reformasi dalam sistem pajak dan keuangan Indonesia, serta mendapat reputasi sebagai menteri yang memiliki integritas.

Setahun menjabat, dia berhasil meningkatkan investasi langsung luar negeri di Indonesia dari US$4,6 miliar menjadi US$8,9 miliar. Bahkan, pada tahun 2009 ekonomi Indonesia tumbuh 4,5% di saat banyak negara-negara di dunia mengalami kemunduran.

Ani, sapaan akrab Sri Mulyani adalah anak ketujuh dari seorang dosen universitas, Prof. Satmoko dan Retno Sriningsih. Dia menikah dengan Tony Sumartono yang juga seorang ekonom.

Ibu tiga anak ini dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela-sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura.

Selain masih aktif di seminar-seminar saat menjadi dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Ani juga pernah menjadi penasihat pemerintah dalam wadah Dewan Ekonomi Nasional (DEN) pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid.

Kepribadiannya yang lugas dan cerdas, telah mengantarkannya kepada pergaulan yang sangat luas.

Wanita kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962 ini menjadi primadona di seminar maupun talk show seputar keuangan yang mewakili Indonesia di kancah internasional. Arief Sofiyanto | Istimewa

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here