Ekspresi Kekuatan Langit

Melangkah di 2018, kita disambut banyak perhelatan akbar, seperti Asian Games 2018 dan Pilkada serentak. Ternyata fenomena langit pun ikut mencatatkan sejarah penting dalam peradaban manusia. Salah satu yang menjadi perbincangan khalayak, hadirnya supermoon. Terjadi pada tanggal 2 Januari 2018 silam, bulan yang tampak lebih besar menjadi penghias langit kala itu. Tak tanggung-tanggung, terjadi “Trilogi Supermoon” pada 3 Desember 2017, 2 Januari 2018, dan 30/31 Januari 2018.

Supermoon merupakan fenomena astronomi yang biasa terjadi dengan selisih waktu terdekat antara bulan dalam fase purnama dengan saat bulan berada pada titik terdekatnya dengan bumi atau perigee. Jarak bulan ke bumi bisa mencapai 356.400 km saat di perigee atau supermoon. Saat supermoon, kondisi bulan akan lebih besar 14% dan lebih terang sekitar 30% dari ukuran purnama biasa atau apogee, kondisi titik terjauh dari bumi.

Selain supermoon, terjadi pula gerhana total pada akhir Januari kemarin. Bulan purnama kedua bulan ini sering juga disebut sebagai blue moon. Kejadian ini terbilang sangat langka, sebab baru terjadi lebih dari 150 tahun.

 

Sementara, pada 28 Juni 2018 akan terjadi peristiwa langit yang disebut dengan minimoon. Fenomena langit yang satu ini terjadi karena orbit bulan saat mengelilingi bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips. Bentuk orbit ini berpengaruh pada jarak bulan dengan bumi, sehingga mempengaruhi ukuran bulan saat dilihat dengan mata telanjang. Diameter sudutnya 29,5 menit busur. Puncak minimooon akan terjadi pagi, yakni pada jam 03:21 WIB. Dengan begitu masyarakat Indonesia bisa mengamati minimoon.

Seolah tidak kehabisan suguhan fenomena langit, Indonesia juga akan kembali disuguhkan dengan gerhana bulan total pada 28 Juli 2018. Diketahui nantinya gerhana bulan tersebut akan menjadi momen terbaik. Sebab gerhana bulan akan terjadi pada pertengahan musim kemarau di Indonesia. Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang terjadi pada musim hujan, sehingga memiliki resiko tinggi gangguan cuaca. Diprediksi gerhana bulan tersebut berlangsung lebih lama dan gelap, karena melewati pusat umbra bumi. Iqbal Ramdhani/Indah Kurniasih ǀ Edwin Budiarso

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Februari 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here