Sehari Menjadi Masyarakat Viking

Menjadi salah satu bagian sejarah di Norwegia dan Swedia, kehadiran kaum Viking nyatanya masih melekat di dalam ingatan. Festival Up Helly Aa salah satu bukti tradisi yang setia dijaga oleh masyarakat dan ditunggu oleh para wisatawan. Ajang tahunan ini masih sangat kental dengan nuansa khas kaum Viking. Tidak hanya dikenal dengan atmosfer peperangan, suku bangsa dari Skandinavia ini juga terciri sebagai salah satu penakluk laut yang terkenal di seluruh penjuru dunia.

Festival Up Helly Aa mulai digelar pada 136 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1881. Saat berlangsung, masyarakat, komunitas, dan para sukarelawan yang terdiri dari anak dan pria dewasa akan mengenakan kostum perang ala Viking. Mereka akan membentuk beberapa grup dengan tema yang berbeda-beda. Biasanya, berhubungan dengan potongan sejarah, zaman kejayaan, atau topik-topik tertentu. Meski mengusung tema beragam, atribut pakaian mereka tetap disertai kampak, helm Middle Earth, topi kulit domba, sepatu squelching, dan perisai.

Sebagai bagian dari ritual, para peserta parade akan mengelilingi Pulau Shetland, Skotlandia, dengan membawa obor. Pasukan yang biasa disebut The Jarl Squad ini biasanya berjumlah lebih dari 1000 orang. Dipimpin oleh seorang Guizer Jarl, parade ini akan melewati Lerwick ibukota provinsi Shetland yang juga menjadi pelabuhan utama di sana. Pasukan ini berkeliling sambil menyanyikan lagu-lagu para pelaut. Setelah seharian mengelilingi Pulau Shetland, sore harinya The Jarl Squad dan semua masyarakat menuju ke wilayah pelabuhan.

Di tempat tersebut, mereka akan menggelar drama teatrikal. Selain itu, setiap grup juga akan membentuk lingkaran dan menyanyikan lagu tradisional Up Helly Aa. Usai itu, semua anggota grup akan mengelilingi sebuah kapal, kemudiannya melempari dengan obor. Setelah kapal tersebut habis terbakar Guizer Jarl akan menyanyikan lagu The Norseman’s Home. Acara selanjutnya berpindah ke balai kota. Dilanjutkan dengan jamuan bir dingin, makanan, dan menari bersama-sama. Tingginya minat peserta dan wisatawan dalam acara ini membuat panitia menggunakan banyak aula untuk pesta yang satu ini. Indah Kurniasih

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Februari 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here