Tipe-Tipe Pengguna Media Sosial, Anda Termasuk yang Mana?

Ada banyak tipe pengguna jejaring sosial dan media sosial. Ada tipe The Ultras, The Peacocks,  The Virgins, hingga The Ghosts. Sementara pengguna media sosial ada tipe Creators, Collectors, hingga Joiners. Anda masuk tipe yang mana?

Dalam beberapa tahun terakhir, pengguna internet tak bisa lepas dari media sosial, khususnya jejaring sosial. Sesungguhnya, sebagian besar pengguna internet mengakses internet hanya untuk beraktivitas di jejaring sosial.

Bedakan dulu pengertian media sosial dan jejaring sosial, sebab dua hal ini serupa tapi tak sama. Media sosial sejatinya adalah bentuk modern dari media massa berkat adanya internet.  Tepatnya, media sosial adalah juga media online, di mana penggunanya bisa berpartisipasi, membuat isi, dan berbagi, baik saling kenal atau tidak. Singkatnya media sosial adalah platform modern dalam berbagi konten di antara siapapun asal terkoneksi dengan internet. Baik itu berupa blog, wiki, forum, dan termasuk jejaring sosial.

Nah, jejaring sosial sendiri adalah salah satu bentuk aplikasi media sosial, di mana jejaringnya terbatas pada orang-orang yang saling kenal, berteman, berkerabat, persamaan latar belakang, dan seterusnya.

Jadi, semua bentuk jejaring sosial adalah juga media sosial. Tapi tak semua platform media sosial berfungsi sebagai aplikasi jejaring sosial. Meski demikian, ada juga perpaduan keduanya. Menikmati atau mengakses media sosial tak selalu harus memiliki akun, sementara untuk terkoneksi dengan jejaring sosial Anda wajib membuat akun. Pembeda lainnya, jika interekasi di media sosial bisa hanya berjalan satu arah, maka di jejaring sosial interaksinya selalu dua arah.

Tipe-tipe Pengguna Jejaring Sosial versi First Direct
Sebuah bank online di Inggris bernama First Direct, pernah merilis survey tentang perilaku atau kepribadian para pengguna jejaring sosial. Hasilnya, terdapat 12 kepribadian:

Untitled-91.    The Ultras
Tak ada hari tanpa status di akun jejaring sosial. Mengecek notifikasi hingga puluhan kali dalam sehari. Hasil survey menyebutkan, 14% pengguna Facebook menghabiskan 2 jam sehari di Facebook.

2.    The Deniers
Mengaku tidak sering mengintip jejaring sosial karena merasa tidak terlalu penting. Tapi uring-uringan jika sinyal jaringan internet lemah saat mengakses jejaring sosial. Survey: 20% pengguna Facebook mengaku uring-uringan saat tak bisa mengakses akun.

3.    The Dippers
Punya satu atau dia akun jejaring sosial tapi nyaris tidak pernah digunakan. Update status atau mengintip notifikasi terkadang dalam beberapa hari, minggu, bahkan bulan.

4.    The Virgins
Baru mulai menjajal jejaring sosial. Baru daftar akun baru, dan mulai mencari pertemanan.

5.    The Lurkers
Memilih menjadi pengamat. Rajin mengakses jejaring sosial, tapi hanya untuk mengamati, tanpa berkomentar, bahkan tanpa menulis status, like, atau tweet. Survey: 45% pengguna Facebook mengaku masuk kategori ini.

Untitled-106.    The Peacocks
Sangat mementingkan jumlah, followers, fans, likes, re-tweet dan sangat bangga akan itu. Survey: 1 dari 10 pengguna Twitter lebih menginginkan followers ketimbang friends.

7.    The Ranters
Lancar dan sangat komunikatif di media online, tapi saat bertemu face-to-face, kontan jadi pendiam dan seperti sulit bicara.

8.    The Ghosts
Seperti namanya, lebih suka menyembunyikan identitas dan profil asli.

9.    The Changelings
Ini tingkatan lebih ekstrem dari The Ghost. Menggunakan nama samaran, data diri hingga alamat palsu demi keamanan pribadi.

10.    The Quizzers
Suka sekali menggunakan tanda tanya, baik dalam status maupun saat berkomentar. Tujuannya demi mendapatkan lebih banyak respon.

11.    The Informers
Gemar menyampaikan informasi terbaru ke jejaringnya, dan sangat puas jika ia yang pertama membagi sebuah informasi terkini.

12.    The Approval Seekers
Haus komentar setelah mengupdate status atau posting sesuatu di jejaringnya. Setiap saat mengecek komentar setelah posting sesuatu, dan terus galau jika belum ada yang merespon. Survey: 1-7 pengguna Facebook mengaku sangat menginginkan like.

Tipe-tipe Pengguna Jejaring Sosial versi Marketo
Perusahaan digital marketing software and solution, Marketo, juga pernah merilis tipe pengguna media sosial, seperti berikut:

1.    The Alert Lover
Selalu saat waspada akan bunyi notifikasi di ponselnya. Tak pernah mematikan audio notification dalam keadaan dan waktu apapun.

2.    The Social Guru
Memiliki banyak akun media sosial dan jejaring sosial, dan merasa hebat dalam hal media sosial.

3.    The Verb Creator
Saking menjiwai media sosial dan jejaring sosial, nama-nama media sosial kerap dijadikan kata kerja saat berbicara. Misalnya, “Nanti saya instagram ya” atau “Tolong BBM-in nomornya dong!”

4.    The Vowel Hater
Senang menyingkat kata dengan banyak menghilangkan huruf vokal sehingga malah sulit dimengerti.

5.    The Blog Referencer
Setiap kali menjawab pertanyaan di media sosial atau jejaring sosial, selalu mengarahkan orang untuk membaca blog atau postingan sebelumnya ketimbang menjawab langsung. Ini membuat orang kesal.

6.    The Self-Proclaimed Influencer
Penggila influence, setiap saat mengecek seberapa besar level influence dirinya di berbagai situs social-scoring.

7.    The Multi-Mayor
Getol check in di setiap tempat dan lokasi yang ia datangi. Setiap tiba di satu tempat, langsung membuka ponsel dan check in. Tujuannya, demi mengejar status Mayor, Duke, atau King.

8.    The Liker
Lebih suka me-“Like” status, foto, atau postingan orang lain ketimbang menulis pujian atau komentar pendek.

9.    The Constant Checker
Setiap saat mengecek ponsel untuk memastikan tak ada notifikasi atau status/posting yang terlewat.

10.    The Freak Outer
Uring-uringan dan selalu khawatir jika sebuah situs jejaring atau media sosial tak bisa diakses.

Untitled-4Tipe-tipe Pengguna Media Sosial versi Statpro
Beberapa waktu lalu, sebuah lembaga survey dan layanan analisis, www.statpro.com , membagi kelompok pengguna media sosial, sebagai berikut:

1.    The Hipsters
Lebih suka menggunakan cara lama dalam berbagi, seperti email. Padahal mereka sesungguhnya sangat kreatif, muda, dan populer.

2.    The Careerists
Sangat mengandalkan media sosial dalam meningkatkan karier. Kebanyakan aktif di LinkedIn.

3.    The Altruists
Sangat senang berbagi hal-hal positif.  Prinsipnya adalah “sharing is caring.”

4.    The Connectors
Memanfaatkan media sosial untuk membina hubungan di dunia nyata.

5.    The Boomerangs
Penggila media sosial, dan senang mendapat perhatian lewat jejaring sosial. Banyak ditemukan di Facebook dan Twitter.

6.    The Selectives
Sangat senang berbagi tetapi pada hal-hal khusus dan kalangan tertentu. Biasnaya mereka adalah para Bloggers.
Untitled-8Tipe-tipe Pengguna Media Sosial versi Forrester Research
Sebuah lembaga survey lain bernama Forrester Research juga melakukan pembagian tipe pengguna media sosial, seperti berikut:
1.    The Creator
Senang mengkreasikan sesuatu untuk dilihat oleh seluruh dunia. Biasanya dalam bentuk blog, web, video, audio, gambar, dan konten lainnya.

2.    The Critic
Lebih getol mengomentari apapun di dunia maya. Mulai dari melakukan rating, review produk dan layanan, dan sangat rajin berkomentar di blog dan forum.

3.    The Collector
Getol mengumpulkan dan mengelompokan konten bagi dirinya sendiri, melalui RSS feeds, social bookmarking, hingga photo atau page tagging.

4.    The Joiner
Lebih suka membuat akun jejaring sosial dalam berbagai macam aplikasi dan asyik berinteraksi dalam jejaringnya.

5.    The Spectator
Tipe pengguna media sosial paling umum. Yaitu membaca blog orang lain, menikmati konten video atau audio, atau memantau forum. Tak banyak aktif di jejaring sosial.

6.    The Inactive
Mengakses dunia maya, bahkan memiliki situs pribadi, tapi sangat jarang aktif dan berinteraksi  di media sosial.

 

Tipe Pengguna Media Sosial Khas Indonesia
Pengelompokan ini lebih kurang sudah terwakili dalam kelompok tipe-tipe di atas, tetapi lebih khas Indonesia.
1.    Si Banci Pujian
Sangat merindukan pujian atas postingan atau statusnya.

2.    Si Banci Selfie
Sangat gemar selfie dan mengunggah foto-foto dirinya, kapanpun, di manapun, dalam situasi apapun. Bisa karena memang narsis atau sedang self-promoting.

3.    Si Raja Update
Tak pernah lelah memosting apapun. Upadate, update, dan terus update, meskipun tidak penting sama sekali bagi orang lain, dan bagi dirinya sendiri.

4.    Si Pengeluh
Statusnya selalu berisi keluhan, baik terhadap situasi maupun produk barang dan jasa. Seolah-olah dia adalah penyambung lidah konsumen dan produsen.

5.    Si Ratu drama
Posting dan statusnya selalu didramatisasi, sehingga terkesan over, hiperbolik, dan melebih-lebihkan.

6.    Si Pengacau
Senang mengacau dan berbuat onar hanya untuk kesenangan. Misalnya memancing kemarahan dengan kata-kata kasar. Biasanya untuk menarik perhatian biar dikenal di dunia maya.

7.    Si Pemburu
Tujuannya hanya untuk mengumpulkan friends dan followers sebanyak mungkin tapi tidak berintekraksi lebih lanjut. Setiap hari add friend, follow, atau invite orang lain yang tidak ia kenal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here