Henry Husada: Koleksi Action Figure

 

Ada sisi menarik dari sang Founder KAGUM Group, Henry Husada yang belum banyak diketahui masyarakat luas, yaitu ketertarikannya pada action figure superhero.

Menariknya, Henry tak hanya menjadikan tokoh superhero itu sebagai ikon outlet miliknya yang berada di sepanjang jalan Cihampelas, Bandung, namun juga mengoleksi action figure superhero tersebut hingga berburu ke luar negeri untuk mendapatkan koleksi limited edition.

INSPIRASI SUPERHERO
Henry mengaku sejak kecil dia memang sudah mulai tertarik akan tokoh-tokoh superhero tersebut.

“Ketika itu saya membayangkan betapa hebatnya mereka, saya ingin menjadi manusia hebat, seperti Superman. Itu impian saya ketika masih kecil. Tapi, sekarang saya menyadari bahwa sebenarnya tidak ada ‘Superman’, yang ada adalah ‘Superteam’.

Tidak mungkin kita bisa bekerja sendiri tanpa bantuan tim,” urai pria berusia 52 tahun ini dengan bijak.

 

IMG_8133IMG_8132
Kekagumannya dengan sosok superhero sebagai salah satu kontribusi role model yang menjadikannya seorang pebisnis sukses seperti sekarang.

“Itulah yang membangkitkan adrenalin saya, keberanian, dan kepercayaan diri saya untuk memulai semua ini. Jangan pernah ragu-ragu kalau kita mau mengerjakan sesuatu,” cerita Henry penuh semangat.

Meski sudah jatuh hati pada tokoh superhero sejak anak-anak, kala itu Henry kecil hanya bisa memandangi tanpa bisa memiliki, lantaran kondisi keuangan yang belum memungkinkan.

Pada akhirnya, dia pun berkesempatan memiliki action figure salah satu tokoh superhero tersebut, saat duduk di bangku sekolah menengah, yaitu tokoh Batman. “Inilah yang menjadi koleksi pertama saya. Ketika itu koleksi saya juga masih sedikit sekali,” kenangnya.

Setelah sukses sebagai seorang pebisnis ulung, Henry semakin bergairah untuk terus menambah koleksinya.

Kini, total ribuan action figure superhero dimilikinya, seperti, Batman, Superman, Spiderman, Catwoman, lengkap dengan aksesorisnya. Koleksi-koleksi tersebut terpajang rapi di dalam lemari kaca yang diletakan di ruang rapat kantornya.

Keberadaan tokoh superhero dalam ruang rapat bukan tanpa alasan. Menurutnya, para tokoh itu juga mampu memberikan inspirasi baginya. Dalam menjalani kehidupan, terutama dalam berbisnis, Henry terinspirasi dari profil-profil tersebut untuk selalu berbuat baik, terus berjuang, jujur, dan tidak berbuat jahat.

“Buat apa saya hidup dalam kejahatan dan ketidakjujuran? Karena saya melihat kekuatan atau kejahatan apapun, pasti akan kalah oleh kebaikan dan kejujuran. Ini semua terinspirasi dari kisah mereka,” lanjutnya. Suci Yulianita | Sutanto

 

Untuk mendapatkan artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi November 2015

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here