Perempuan Tani ǀ Perempuan Peduli Agraria

Meski terlahir sebagai seorang perempuan, tidak lantas membuat langkah seseorang menjadi berbatas. Itulah yang ingin dibuktikan oleh para anggota Perempuan Tani. Melihat Indonesia sebagai negara agraris dengan lahan pertanian yang semakin menipis, membuat sejumlah perempuan di Indonesia tergerak untuk berbuat lebih baik.

Keinginan tersebut kian menjadi setelah melihat minimnya apresiasi terhadap dunia pertanian Tanah Air. Tidak hanya itu, minat anak-anak muda dalam mengonsumsi sayur-sayuran pun terbilang jauh lebih kecil, dibandingkan konsumsi makanan berprotein seperti ayam, bebek, sapi, dan lain sebagainya.

Dibentuk pada bulan April 2016 silam, organisasi yang dijalankan oleh para perempuan ini terus melebarkan sayapnya ke seluruh penjuru Tanah Air. Memiliki tekad untuk membuat perempuan memiliki gerakan baru terhadap dunia pertanian, dalam waktu dekat Perempuan Tani akan segera membuka cabang organisasinya di Jawa Timur dan Jawa Barat. Tidak hanya menyentuh lapisan kota besar, komunitas yang dikepalai oleh Dian Novita Susanto ini juga akan merambah hingga ke kecamatan-kecamatan.

Selain rencana melebarkan jangkauannya ke daerah-daerah di pelosok Indonesia, organisasi yang menjunjung konsep gotong-royong dalam setiap kegiatannya ini juga tengah menyusun program ayam sehat. Program swasembada protein ala Perempuan Tani ini akan mengajak para ibu-ibu untuk beternak ayam, tanpa menggunakan bahan kimia apapun. Seperti kita ketahui bersama bahwa banyak ayam-ayam potong yang beredar di pasaran telah disuntik dan telah mengandung bahan kimia.Di sanalah para anggota turun memberikan edukasi pada para perempuan untuk beternak ayam dengan cara yang lebih sehat.

“Yang ingin di-create oleh perempuan tani sendiri, anak-anak indonesia sekarang lebih memilih makan protein seperti ayam, bebek, dan burung. Kami mau merambah di sana. Beternak ayam sehat, sehingga ayam ini berkualitas dan impact-nya adalah nutrisi anak-anak terjaga dan otaknya lebih cerdas,” ujar Dian.

Di samping keinginan mengajak sebanyak-banyaknya perempuan berbuat untuk dunia agraria wanita dengan tinggi semampai ini juga berharap jika perempuan-perempuan Indonesia bisa mandiri. “Saya mau membentuk imej Perempuan Tani harus kuat, mandiri, buktikan kepada suami bila kita juga bisa berkontribusi untuk negeri dalam bentuk apapun,” tandasnya penuh keyakinan. Indah Kurniasih ǀ Edwin Budiarso

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Februari2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here