Arti Silaturahim pada Anak

Father and son handshake isolated over white background.

 

Happy multi-generation family portrait in the countryside

Bahas situasinya sedetail mungkin. Sebutkan siapa saja yang akan ditemui anak, di ruangan mana mereka akan berada, sampai apakah ada anak lain atau tidak.

 

Sudah menjadi tradisi, saat acara kumpul keluarga bertandang ke rumah sanak saudara atau sebaliknya. Berada di rumah orang lain ataupun menjadi tuan rumah acara menciptakan tantangan tersendiri bagi si buah hati. Situasi baru ini sebaiknya dilengkapi ‘aturan main’ agar mendukung perkembangan kemampuan bersosialisasi dan kesantunan anak.
Menurut Erik Erikson pakar perkembangan anak asal Jerman, kemandirian di masa kanak-kanak sedang bertumbuh, sehingga memiliki rasa ingin tahu yang besar. Dengan kondisi anak seperti ini, tak jarang membuat para orang tua enggan mengajak mereka menghadiri situasi sosial lainnya. “Takut nanti rewel” atau “takut tidak betah,” begitu kata-kata yang sering dijadikan alasan.
Padahal, banyak manfaat yang diperoleh buah hati dengan suasana silaturahim, antara lain beradaptasi dengan aturan baru ataupun kemampuan bersosialisasi yang bertumbuh. Dibutuhkan pula kesiapan mental maupun kesabaran orang tua, ketika mendampingi anak-anak belajar bersosialisasi. Di usianya sekarang, mereka masih sulit memahami penjelasan abstrak seperti makna silaturahim. Mereka akan lebih mudah paham jika dibahasakan seperti, “Nanti kita ke rumah paman, ya. Soalnya, paman kangen main sama kamu. ”Planning is a necessity. Ini adalah hal penting yang tak boleh terlewatkan. Siapkan anak secara matang untuk menghadapi momen silaturahim.

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Juli 2016

 

 

vera-i-hadiwidjojo

Rubrik ini diasuh oleh Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi.

Lulus dengan gelar sebagai psikolog pada tahun 2001 dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, ibu dari dua orang anak ini langsung memfokuskan diri pada psikologi anak & remaja. Berpraktek di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (021-3145078) dan Rumah Anak Mandiri Depok (021-97797110). Vera juga aktif sebagai psikolog di beberapa sekolah di area Jabodetabek, menjadi narasumber untuk media cetak dan elektronik, menjadi pembicara seminar/talkshow, maupun pakar untuk produk mainan Mattel Fisher-Price.

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here