Menjaga Kolesterol Tetap Seimbang

Pada keadaan normal seseorang mempunyai kadar kolesterol 160-200 mg dan dapat dikatakan dalam fase berbahaya, apabila melebihi 240 mg atau kolesterol tinggi
yang dapat mengakibatkan stroke. Untuk itu kita perlu menjaga pola hidup sehat, mulai dari keseimbangan nutrisi hidangan maupun olahraga.

Sebenarnya kolesterol dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun sel-sel baru, agar tubuh berfungsi secara normal. Selain itu, kolesterol juga turut memproduksi vitamin D, sejumlah hormon, dan asam empedu untuk mencerna lemak. Di dalam darah, kolesterol dibawa protein. Gabungan keduanya disebut dengan lipoprotein.

Dua jenis utamanya adalah lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL) yang biasa disebut kolesterol jahat dan lipoprotein dengan kepadatan tinggi (HDL) dengan sebutan kolesterol baik. “Jadi tidak semua lemak itu jahat, karena dibutuhkan untuk proses metabolisme sel. Contohnya buah alpukat yang banyak mengandung lemak baik,” ujar dr. Vito A.
Damay, SJP., M.Kes dari Siloam Hospitals Lippo Village.

Selain itu, LDL juga bertugas mengangkut kolesterol dari organ hati ke bagian sel-sel yang
membutuhkan. Namun, jika jumlahnya melebihi kebutuhan, maka dapat mengendap pada dinding-dinding arteri dan menyebabkan penyakit. Lain pula dengan HDL sebagai kebalikan dari LDL, bertugas mengangkut kolesterol kembali ke dalam organ hati, kemudian dikeluarkan melalui kotoran.

Kadar kolesterol dalam darah yang disarankan bisa bervariasi, tergantung tingkat risiko untuk terkena penyakit pembuluh arteri. Jumlah kolesterol dalam darah bisa diukur dengan melakukan tes darah. Iqbal Ramdhani | Istimewa

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Desember 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here