Waspadai Perut Buncit

Health Talk

 

Lemak seputar perut bisa mengeluarkan senyawa peradangan yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan hormon, sehingga mengganggu metabolisme tubuh.

 

Perut buncit seringkali menjadi masalah bagi wanita mapun pria. Selain mengurangi rasa percaya diri dan mengganggu penampilan, belly fat ternyata juga bisa menjadi awal mula penyakit serius jika dibiarkan. Apalagi terdapat banyak kumpulan lemak jahat yang mengeluarkan hormon mengganggu metabolisme tubuh.

Pada usia jelang menopause, produksi hormon estrogen dan progesteron melambat. Perubahan hormon ini menyebabkan penumpukan lemak di perut. Seorang perempuan  sudah dikatakan memiliki penumpukan lemak perut, jika ukuran lingkar pinggangnya melebihi 80 cm.

Perut buncit termasuk dalam jenis obesitas sentral. Bukan sembarang lemak penyebabnya, sebab lemak yang menumpuk ini terdiri dari dua macam, yakni lemak subkutan dan viseral.

Kumpulan lemak viseral berada di sekitar organ dalam tubuh perlu diwaspadai. Lemak ini tentu berbahaya, karena dapat meningkatkan risiko penyakit lain.

Selain itu, lemak ini juga sangat sulit untuk dihancurkan. Sama seperti obesitas, penyebab perut buncit adalah karena asupan makanan yang berlebihan dan kurangnya aktivitas seperti berolahraga.

Selain itu, adanya riwayat obesitas, kebiasaan merokok, minuman beralkohol, dan stres juga bisa mempengaruhi. Travis Stork, dokter sekaligus pembawa acara The Doctors di Amerika Serikat mengungkapkan kumpulan lemak viseral yang tertimbun dalam perut dapat mengganggu kesehatan.

“Lemak tersebut bisa mengeluarkan senyawa peradangan yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan hormon sehingga  mengganggu metabolisme tubuh,” jelasnya.

Health Talk

Lemak viseral juga mengeluarkan senyawa lain, seperti asam lemak bebas yang mengakibatkan peningkatan produksi kolesterol buruk dan penurunan kolesterol baik, sehingga meningkatkan risiko penyakit kolesterol tinggi.

Senyawa asam lemak bebas ini juga memicu risiko diabetes lantaran asam lemak bebas menyebabkan kerja insulin kurang efektif dalam mengontrol gula darah.

Termasuk memicu perubahan hormon yang mengontrol penyempitan pembuluh darah dan  bisa menimbulkan penyakit serius lain, seperti tekanan darah tinggi, stroke hingga serangan jantung.

Untuk mencegahnya, Anda bisa melakukannya dengan rajin berolahraga dan perhatikan makanan yang dikonsumi. Untuk mengurangi lemak pada perut, kurangi konsumsi kalori 500 hingga 1000 kalori per hari dari total kebutuhan.

Anda bisa memulainya dengan mengurangi karbohidrat dan  mengonsumsi banyak sayuran, buah, susu rendah lemak, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak. Suci Yulianita | Istimewa

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Oktober 2017

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here