Berkaca dari Tahun 2015

Ketidakstabilan pada perekonomian harus dihadapi oleh siapa saja, baik itu karyawan, pengusaha, maupun profesional. Jadikan kondisi motivasi ini sebagai latihan mental dan kreativitas Anda. Jika dapat melewatinya dengan baik, maka Anda siap menuai hasilnya.

Kondisi bisnis pada tahun 2015 relatif mengalami kelesuan. Ini terjadi dari dampak ekonomi yang tidak stabil karena masalah isu politik, jatuhnya harga minyak, naiknya nilai tukar dollar terhadap rupiah, kenaikan harga BBM yang mempengaruhi inflasi pada barang-barang, dan masalah lainnya yang memperlambat laju ekonomi walaupun tetap bertumbuh.

Para buruh pun banyak yang meminta kenaikan  gaji dengan alasan biaya hidup yang semakin meninggi.

Di balik kelesuan tersebut, menurut data dari Nielsen pada penghujung tahun 2015 , tingkat konsumsi masyarakat Indonesia tetap tertinggi dan menempati nomor tiga  terbesar di dunia.

Ini dapat terlihat dari laris manisnya tiket konser-konser yang bernilai jutaan rupiah dan pameran mobil yang diramaikan pengunjung. Walaupun demikian, hal ini tidak dapat disamaratakan untuk semua kalangan.

Banyak jug aorang yang mengalami PHK atau status “dirumahkan” oleh perusahaan dan mengakibatkan ekonomi keluarga menjadi tidak stabil.

Kita dapat memilih menjadi pihak yang mengeluh terhadap pemerintah atas segala hal yang terjadi, atau mencoba mencari peluang yang menguntungkan dan dapat membantu ekonomi keluarga kita.

Namun akan lebih bagus lagi, jika peluang tersebut menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain.

 

investment_consulting

Memiliki bisnis jelas tidak semudah yang dibayangkan. Success stories dari para pengusaha perlu kita dengar dari dua sisi, yaitu sisi indah keberhasilan mereka dan sisi perjuangannya.

Tantangan demi tantangan pasti akan dihadapi apabila Anda baru mulai berbisnis. Dimulai dari memilih partner bisnis yang satu visi dan misi. Tidak menjamin pula partner bisnis ini akan bertahan hingga kemudian hari.

Selain itu, Anda juga membutuhkan tim solid dan dapat bekerja keras bersama. Sebagus apapun produk maupun layanan yang Anda tawarkan, ketika individu yang ada di dalamnya tidak dapat bekerjasama dengan baik, maka akan menjadi masalah di kemudian hari.

Persaingan bisnis secara global pun akan menjadi tantangan berat. Saat ini adalah masanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang bertujuan untuk menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal.

Ini akan membuat para pengusaha lokal harus bersaing dari segi kualitas, inovasi, kreativitas, dan layanan produk dari negara-negara lainnya. Anda harus terus belajar dan berinovasi untuk menciptakan produk yang memiliki daya saing kuat terhadap kompetitor.

Tidak hanya dari segi produk dan layanan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Jangan menjadi pengusaha yang mudah puas akan suatu achievement  sehingga membuat anda lupa diri dan merasa lebih hebat dari para pesaing.

Selalu ada kompetitor baru bermunculan. Oleh karena itu, kemampuan dalam spesialisasi Anda harus diimbangi dengan self-development secara berkelanjutan.

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Desember 2015

 

Rubrik ini diasuh oleh Farah Dini Novita, BA (Hons), RFA, CFP

img_07361

Perempuan lulusan The University of Nottingham, Malaysia ini adalah seorang konsultan keuangan independen dari Janus Financial. Perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan keuangan individu dan bisnis.

Farah memiliki misi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam merencanakan keuangan sejak dini.

Dia juga memiliki blog khusus perencanaan keuangan dari 2010, www-fin-chick-up.com yang empat tahun kemudian dijadikan sebuah buku berjudul FINCHICKUP: Financial Check Up For Ladies & FINCHICKUP 2.

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here