Dampak Fatal High Heels

Sepatu berhak tinggi di atas 5 cm sebaiknya dipakai hanya dalam acara resmi saja, tidak sepanjang hari.

Jika ingin tampil seksi lewat keindahan kaki yang memukau banyak orang, salah satunya adalah dengan memakai sepatu high heels. Namun, memang dibutuhkan pengorbanan kerelaan menahan rasa sakit berjam-jam saat menggunakannya. Pilihan tersebut tampaknya harus kita sikapi dengan bijaksana. Jangan sampai kita terseret menjadi korban mode, dari luar terlihat indah, namun di dalam kita malah tersiksa dan bertaruh dengan gangguan kesehatan tubuh. Sepatu berhak tinggi di atas 5 cm sebaiknya dipakai hanya dalam acara resmi saja, tidak sepanjang hari. Maksimal penggunaannya setengah sampai satu jam saja. Itu pun sudah terasa melelahkan, karena ibarat orang lari tidak berhenti selama waktu tersebut.

Selain itu, akan memberikan tekanan berlebihan pada bagian kaki depan dan membuat beban tubuh bertumpu hanya kepada bagian tertentu. Sehingga bisa terjadi dorsofleksi atau penekanan ke bawah dan otot-otot di tungkai dari lutut ke bawah akan menjadi tegang terus-menerus. Kaki pada tungkai bawah terasa sakit, terjadi varises, dan memancing munculnya bunion atau benjolan tulang pada sendi di pangkal jempol kaki. Kalau sudah tumbuh buniondan membesar akan membuat susah berjalan dan cara mengobatinya, tak lain harus dengan operasi pemotongan tulang.

Sepatu hak tinggi memberikan tekanan berlebihan pada bagian kaki depan dan membuat beban tubuh bertumpu hanya kepada bagian tertentu. Jika terus menerus dipakai akan berisiko membuat perubahan postur tubuh yang berujung pada terganggunya kondisi tulang belakang. Tubuh terpaksa harus disesuaikan untuk menjaga keseimbangan. Bagian bawah badan yang condong ke depan membuat tubuh posisi atas harus lebih condong ke belakang.

Demikian juga ketika berjalan, otot-otot fleksor pada pinggul akan bekerja lebih keras untuk menarik tubuh ke depan. Cara ini juga membuat otot-otot lutut lutut lebih tertekan. Di sisi lain, juga mengakibatkan perubahan pada punggung yang dalam posisi normal berbentuk kurva S. Kurva ini seharusnya berperan mengurangi tekanan pada tulang belakang. Namun, sepatu hak tinggi membuat tulang punggung bagian bawah menjadi lebih lurus untuk menyesuaikan perubahan postur kepala dan tulang punggung di posisi bagian tengah.

Tekanan yang bertumpu pada lutut dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya osteoarthritis. Kondisi ini terjadi karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi yang mengakibatkan inflamasi maupun rasa nyeri. Lalu, tendon achilles pada kaki memendek ketika kita mengenakan high heels. Pemakaian dalam jangka panjang akan menimbulkan penyakit achilles tendinitis. Ini terjadi karena peradangan pada tendon achilles atau jaringan ikat yang menghubungkan otot betis di kaki bawah bagian belakang ke tulang tumit.

Selain otot betis terasa menegang saat meregangkan kaki, penyakit ini ditandai dengan nyeri maupun bengkak pada tumit ketika berjalan. Khusus untuk sepatu hak tinggi dengan model runcing berdampak memunculkan tekanan berlebihan pada telapak kaki bagian atas atau tepat di bawah jari kaki, sehingga menyebabkan rasa sakit akut pada area tersebut. Jika tidak segera ditangani pertambahan beban pada jari-jari kaki membuat tubuh condong ke depan saat berdiri dan berjalan. Akibatnya, terjadi tekanan berlebihan pada lutut, pinggul, dan punggung bagian bawah.

Perubahan postur itulah yang menyebabkan siatika, yaitu kondisi saat saraf terjepit dan menyebabkan nyeri dan mati rasa, hingga kaki bagian bawah. Beberapa perempuan yang mengenakan sepatu berhak tinggi sering mengalami pemendekan tendon achilles, akibat tumit yang meninggi. Padahal tendon ini didesain untuk dapat bergerak secara fleksibel. Kondisi tersebut akhirnya memicu terjadinya plantar fasciitis, yaitu peradangan dan nyeri pada plantar fascia atau jaringan tebal di bagian bawah kaki yang menghubungkan tulang tumit ke jari kaki.

Sepatu dengan hak sangat tinggi dapat menekan tulang telapak dan jari-jari kaki serta saraf-saraf di sekelilingnya. Tekanan secara terus-menerus pada tulang-tulang ini dapat berisiko memicu keretakan atau fraktur halus. Stiletto atau sepatu dengan hak tinggi dan lancip adalah yang paling berisiko menyebabkan cedera. Berat tubuh yang bertumpu hanya pada dua ujung lancip tersebut berpeluang membuat kita jatuh dan mengalami terkilir, terutama pada permukaan lantai atau jalan yang licin. So ladies, mulai sekarang ada baiknya untuk berjauhan dan bahkan hindari saja koleksi high heels cantik Anda, agar kaki dan tubuh menjadi lebih sehat dan terhindar dari berbagai masalah.

Penulis: dr. Andjar Bhawono, SpOT
Pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta dan Bedah Dasar FK UGM/ RSUP dr. Sardjito, Jogjakarta ini memang memiliki passion dalam bidang ortopedi dan traumatologi. Itulah sebabnya dia kemudian mengambil Pendidikan Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi di Universitas Indonesia, Jakarta.

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here