MAYA MIRANDA AMBARSARI | Dari Gold Mining Rambah Properti

Bertemu dengan sosok pengusaha ini, hati segera merasa comfort. Dengan kemampuannya bercerita, ramah, dan rendah hati, sepertinya dapat membuat siapa pun yang mengobrol dengannya merasa betah dan senang.

Bagi perempuan yang akrab disapa Maya ini, kehidupan yang dimilikinya sudah lebih dari cukup. Sudah sekitar 10 tahun berkecimpung di bisnis gold mining, dan sekarang merambah di bidang properti, kehidupan yang dimilikinya sudah lebih dari cukup.

“Saya bersyukur dengan apa yang telah diberikan Tuhan. Selain mengurus keluarga dan berbisnis, saya mempunyai waktu untuk kegiatan sosial,” ungkapnya ramah membuka percakapan dengan Women’s Obsession.

Jauh di dalam lubuk hati terdalam, rasa syukur atas apa yang diterima, menjadikan dirinya sangat berhati-hati atas segala pemberian-Nya. Bagi Maya, justru dengan melimpahnya rahmat Allah, dia merasa harus menjaga agar dirinya tidak melakukan hal di luar ‘jalur’.

Satu hal yang juga dia sadari, yaitu memiliki  kewajiban untuk menjadi manusia yang lebih baik. Lanjutnya,  “Allah itu Maha Mengetahui dan mempunyai planning terhadap umat-Nya. Sebagai manusia, saya ‘bertugas’ hanya mencari ridho Allah.

Caranya  dengan  menjalankan hal semampu, semaksimalnya dan yang terbaik. Saya juga berdoa maupun berusaha untuk menjadi manusia yang berguna untuk orang lain. ” 

IMG_3834Kiprah Maya sebagai seorang pebisnis selama ini  telah membuktikan bahwa dirinya adalah seorang perempuan tangguh. Apa arti sukses bagi dirinya? Sukses dalam menjalankan bisnis perusahaan menurutnya adalah satu hal yang relatif.

Dia menyadari tidak pernah ada titik tertinggi untuk hal tersebut. Kesuksesan baginya sangat tergantung kepada kerja keras, work smart, fokus, kesempatan, dan jaringan yang terbentuk selama ini.

Perempuan kelahiran Palembang 1973 ini memiliki banyak warna dalam kariernya. Ketika itu, dia baru saja lulus dari Fakultas Hukum Universitas Pancasila dan memulai menjadi pengacara.

Sama seperti ayahandanya, semangat belajar dirinya tak pernah terhenti, dia melanjutkan pendidikan di bidang internasional bisnis di Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia.

“Ketika di Melbourne, saya masih muda, berusia sekitar 21 tahun. Saya sangat aktif  mengikuti berbagai kegiatan, karena kebetulan saya senang belajar dan ditambah lagi keinginan yang kuat sekolah di luar negeri untuk mencari pengalaman hidup.

Di sana selain saya harus pandai belajar supaya memperoleh nilai yang bagus, saya juga harus pandai bekerja, sekadar mencari tambahan uang jajan, karena saya suka berbelanja produk fashion”, tuturnya sambil tersenyum.

“Saya merasa sangat beruntung memiliki beberapa talenta yang bermanfaat untuk dijadikan ‘profesi sambilan’. Mulai dari bekerja part time di Konsulat Jenderal Indonesia, menjadi penari, juga pernah menjadi catwalk model dan koreografer.

Bahkan, karena saya juga hobi memasak, disalurkan menjadi juru masak bila ada acara-acara mahasiswa, baik formal maupun informal. Saya juga menjadi MC di berbagai acara, dan yang pasti saya aktif di kegiatan kampus,”ungkap istri dari Ir. Andreas Reza Nazaruddin, MH ini dengan ramah. Aryani Indrastati | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi September 2015

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here