Gabrielle Halim: Kerja Keras dan Terus Berinovasi

CEO Erajaya Food & Nourishment

 

Bekerja sepenuh hati dan selalu memberikan yang terbaik menjadi prinsip yang tidak pernah berhenti diterapkan oleh Gabrielle Halim yang kini menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Erajaya Food & Nourishment. Berkarier di dunia F&B yang begitu dinamis, baginya menghadapi kerikil-kerikil merupakan hal yang sudah biasa dalam dunia bisnis.

 

Tetapi, dia percaya sebesar apa pun kerikil yang ditemui jika kita bekerja keras dan tidak pernah menyerah, maka kesuksesan pasti akan diraih. Selain itu, perempuan yang memiliki hobi diving ini juga begitu memegang erat kejujuran dan teamwork dalam memimpin timnya.

 

“Bagi saya, value yang harus kita tetap jaga adalah kejujuran dan teamwork. Itu sangat penting, karena kita sebagai manusia punya keterbatasan. Kita hanya punya satu kepala, dua tangan, dan dua kaki, sedangkan tugas kita sangat berat. Jadi, tim itu sangat penting bagi saya supaya kita bisa bersama-sama saling melengkapi. Kekurangan kita bisa dilengkapi dengan kelebihan dari tim yang ada,” tegasnya.

 

BACA JUGA:

Putri Alam: Bersinergi Melesat Maju dalam Ekosistem Digital Global

Sufintri Rahayu: Menggeluti Dunia Komunikasi dengan Passion

 

Peluang Bisnis Baru

Duduk di puncak pimpinan, perempuan yang akrab disapa Gaby ini menerapkan gaya kepemimpinan dan pendekatan yang berbeda ke setiap karyawannya. Kepada para milenial, dia mengaku menerapkan keterbukaan dan memastikan bahwa mereka paham apa saja guidance yang harus dilakukan, dan memahami goal perusahaan. Selain itu, Gaby juga memastikan bahwa semua mempunyai visi yang sama.

 

Dia menuturkan, “Kami tentunya tidak hanya dengan milenial dan senior, tapi kami di sini memiliki principal. Nahprincipal ini memiliki style yang berbeda beda. Maka, penting sekali adanya sinergi antara principal, tim, dan divisi-divisi lainnya untuk mempunyai visi yang sama. Tidak semua principal tinggal di Indonesia, tidak semua juga bermukim di Jakarta. Jadi, kami selalu mengedukasi mereka. Wajar sekali mereka mempunyai pemikiran mereka sendiri, tetapi sejauh ini kami tidak pernah mempunyai masalah dengan principal, karena selalu berkomunikasi dengan mereka. Kami selalu menjelaskan kepada mereka jika ada hal-hal yang mungkin berbeda pendapat.”

 

Di bawah kepemimpinannya, Erajaya Food & Nourishment bekerja sama dengan Paris Baguette untuk mengembangkannya di Indonesia. Sayangnya, hal tersebut bertepatan dengan munculnya pandemi Covid-19. Tantangan yang harus dihadapi pun semakin berat. Gaby menyebut yang menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan bisnis ini adalah selalu berusaha mempertahan kualitas, menjaga servis, dan selalu berinovasi. Selain itu, saat dihadapkan dengan banyak keterbatasan akibat pandemi, Paris Baguete juga tidak berhenti melakukan improvisasi dan beradaptasi. Perusahan juga selalu menyesuaikan dengan keinginan pasar dan pelanggan.

 

 

 

Mendekati bulan-bulan terakhir di tahun 2023, terdapat sederet produk pastry masih menjadi best seller di Paris Baguete, seperti almond cream cheese dan croissant. Di luar itu, sejumlah cake juga cukup banyak diminati customer, karena perusahaan selalu mengeluarkan flavour-flavour baru dan ada juga seasonal new product.

 

“Untuk target masih ke arah yang positif. Ini mungkin bisa dilihat juga dengan kita terus berekspansi, pembukaan toko baru, beberapa bulan lalu kita membuka toko kita yang ke-9. Tapi, ke depan kita akan mencoba untuk melihat market di luar Jakarta. Dengan ekspansi ini kita confidence dengan Paris Baguette,” paparnya dengan semangat.

 

Perkuat Standar Kualitas

Tidak hanya mengelola Paris Baguette, Gaby juga membawahi bisnis grocery, yakni Grand Lucky untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menawarkan berbagai kebutuhan sehari-hari, dia menuturkan bahwa konsep di setiap store sesuai standar agar dapat memberikan kenyamanan bagi pelanggan. Selain fokus pada pengalaman berbelanja yang menyenangkan, Gaby juga selalu memastikan bahwa produk yang ditawarkan lengkap dan bervariasi. Dia pun berkomitmen untuk menyediakan produk-produk yang berkualitas, karena ingin Grand Lucky menjadi one stop solution untuk masyarakat.

 

Berbagai inovasi pun dibuat. Salah satunya, menciptakan produk-produk yang ready to eat di supermarket tersebut. Tidak lain, hal itu dilakukan agar setiap customer bisa mempunyai experience yang lebih jika mereka datang ke outlet Grand Lucky.

 

BACA JUGA:

Riescha Puri Gayatri: Berkarier Proses Belajar Tak Pernah Henti

Melie Indarto: Berdayakan Komunitas Lokal

 

Di sisi lain, branding promotion juga terus dilakukan untuk mengembangkan bisnis yang berdiri sejak tahun 1992 tersebut. Salah satu promosi yang rutin dilakukan adalah yang bersifat global, yakni satu promosi yang dilakukan di semua outlet. Selain itu, salah satu strategi lain yang juga lakukan adalah promosi lokal, karena di satu area dan area lainnya memiliki customer behaviour yang berbeda. Baginya, sangat penting untuk mengetahui customer behaviour di satu area tersebut, supaya promosi-promosi yang dibuat tepat sasaran.

 

“Tentunya kalau untuk expansion plan itu tetap ada, tetapi kita juga bijaksana dalam menentukan pembukaan outlet. Sebelum membuka outlet biasanya kita menentukan riset terlebih dahulu apakah area tersebut cocok untuk buka Grand Lucky atau tidak. Supaya keputusan yang kita ambil juga ada dasarnya,” ujarnya.

 

Gabrielle Halim yang kini sukses menjadi salah satu perempuan yang didapuk sebagai leader menuturkan bahwa perempuan harus berani mengemukakan pendapat. Dia mengatakan, “Pesan untuk perempuan Indonesia jangan takut untuk mengeluarkan pendapat dan jangan takut untuk berkarya. Semua manusia mempunyai talenta yang sama, tapi mungkin kalau untuk perempuan karena kita punya keluarga kita juga harus menjaga keluarga, kita juga harus urus rumah. Time management sangat penting, buatlah prioritas waktu, sehingga kita bisa mengatur kehidupan kita, dan keluarga dan pekerjaan kita dengan baik. Selain itu, sangat penting untuk selalu menjaga kesehatan, karena itu modal kita. Tanpa kesehatan jasmani dan mental saya rasa kita juga tidak bisa beraktivitas dengan baik.”