Tjendrawati Widjaja: Gali Potensi di Dunia Perbankan

Kejujuran, ketekunan, dan dedikasi memang kerap berbuah manis. Hal itulah yang dialami dan dipetik oleh Tjendrawati Widjaja, Komisaris Utama PT Bank Sinarmas Tbk. Sebelum sampai ke posisi saat ini, sosok wanita murah senyum dan ramah tersebut meniti karier dari bawah. Lulusan fakultas ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga ini memulai sebagai marketing di PT Lima Sempurna Makmur di Semarang. Ketika pemilik Shinta Grup kala itu ingin membuka bank, tepat di saat pemerintah memberikan kesempatan mendirikan bank, Tjendra pun ditawari untuk ikut menjadi bagian tim inti dalam proses pendirian Bank Shinta.

“Pada saat itu terus terang saya memang belum memiliki pengalaman di dunia perbankan. Namun, pemilik memberi saya kesempatan mengikuti berbagai pelatihan yang bertujuan mendidik para kader perbankan. Saya mengambil berbagai kursus dan belajar dari para senior sambil terlibat dalam pendirian bank, mulai dari perizinan hingga persiapan lainnya,” ungkap Tjendra kepada Women’s Obsession ketika dijumpai di kantornya. 

Bergabung dengan Bank Sinarmas yang saat itu masih bernama Bank Shinta pada tahun 1990, dia merasa bersyukur diberi kesempatan untuk berkembang tidak hanya di bagian pemasaran tetapi juga di berbagai bidang. Dalam perjalanan kariernya, dia menduduki berbagai jabatan strategis, antara lain wakil pemimpin cabang dan pemimpin cabang pada tahun 1992 hingga tahun 2001. “Saya banyak belajar di semua bagian, karena kesempatan terbuka lebar, sehingga karier saya meningkat dengan cepat. Selain karena usaha yang lumayan keras, ada kepercayaan besar dari pemilik. Hal itu pun menjadi blessing bagi saya,” tuturnya penuh syukur.

Sepanjang tahun 2018, Bank Sinarmas melayani lebih dari 3,9 juta transaksi Virtual Account (VA), sebagian adalah transaksi fintech. Kecepatan transaksi Iewat VA akan terus ditingkatkan untuk mendukung perusahaan fintech ke depannya. Selain itu bank juga bekerja sama dengan beberapa fintech P2P. Dalam meniti tangga kesuksesan berkarier, prinsip yang dipegangnya sesuai dengan yang diajarkan dalam agama, yaitu jadilah berkat bagi orang lain.

Keberhasilan dalam pekerjaan juga diimbangi dengan kehidupan keluarga yang harmonis. Sebagai ibu dari putra-putri kembar tiga, Tjendra mengungkapkan dirinya terbantu dukungan orang tua dalam merawat buah hati. “Puji syukur, mereka belajar dengan bagus, selalu sehat, dan pintar hingga bisa mandiri. Itu semua memegang peranan penting dalam mendukung karier saya selama ini,” tuturnya. Terpenting baginya dalam hidup adalah mengutamakan keseimbangan hubungan kepada Tuhan, komunikasi dengan keluarga, dan pekerjaan yang dijaga sebaik-baiknya, agar hidup bisa semakin bernilai dan berkualitas.