The Bold and Beautiful

Natasha Vinski, CEO of Vinski Tower & Aero Queen

Muda, cantik, dan pintar, hanyalah sedikit dari beberapa kualitas yang dimiliki Natasha Cinta Vinski. Putri tunggal pakar anti-aging Deby Vinski ini adalah sosok perempuan yang cukup sukses. Tidak hanya sukses pimpin tiga perusahaan, dia juga hadirkan lembaga nonprofit yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan. Siapa yang tidak akan berdecak kagum? 

 

Natasha mengawali bisnis pertamanya ketika berusia 18 tahun di bisnis fashion dengan brand Foxxy. Menurutnya, ketika itu gaya busana merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan diri, terutama di kalangan anak muda. Usahanya ini menyediakan berbagai macam merek dari desainer lokal maupun internasional untuk memenuhi kebutuhan para fashionista yang ingin selalu tampil percaya diri. Sejak didirikan pada 2012, inovasi terus dilakukan, misalnya mengembangkan model bisnis peminjaman pakaian high fashion, terutama koleksi vintage, Foxxy for Rent. 

 

Hal ini sejalan dengan isu keberlanjutan yang kini sedang marak digaungkan di industri fashion. Foxxy juga menawarkan layanan peminjaman tas dan sepatu untuk melengkapi pakaian pelanggannya. Selepas sekolah menengah atas, Natasha melanjutkan pendidikan ke fakultas kedokteran Universitas Kristen Indonesia atas dorongan keluarga. Selama lima tahun dia fokus belajar, hingga lulus dengan IPK tertinggi di angkatannya dan meraih gelar cum laude

 

Ketika menjalani program Mahasiswa Program Profesi Dokter (MPPD), dia menyaksikan dari dekat bagaimana kerja seorang dokter di lapangan. Pengalaman itu kemudian menyemangatinya untuk bangkit menyelamatkan orang lain, meskipun pada waktu itu dia harus kehilangan figur Ivek Vinski, sang ayah. Sebagai putri semata wayang, Natasha pun meneruskan peninggalan ayahnya dan mengikuti jejak sang ibu menekuni profesi sebagai dokter dokter anti-aging yang ahli di bidang hormon. Dia juga diangkat sebagai CEO Vinski Tower, pusat anti-aging pertama, yang sudah dilengkapi dengan klinik standar dunia, yakni VRC Vinski Regenerative Centre.

 

Baca juga:

Kolaborasi dengan Generasi Muda

 

 

Dia mengemban keinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai empire of medical tourism. Sehingga orang Indonesia tak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk menjalani pengobatan anti-aging, karena sudah memiliki fasilitas yang tak kalah dengan negara maju lainnya. Beragam perawatan anti-aging dihadirkan untuk bisa memenuhi segala kebutuhan. Mulai dari stem cell, bedah plastik, kebotakan, alzheimer, hingga yang terbaru ada fat grafting atau transfer lemak dan dan akan mulai merambah ke regenerative cell therapy.

 

Saat ini, ada beberapa dokter bedah plastik, tiga profesor yang membantu dalam bidang regenerative cell therapy, serta dua profesor bidang sains. Natasha menjamin fasilitas ruang bedah plastik mereka jauh lebih bagus daripada ruang bedah plastik mana pun, termasuk jika dibandingkan dengan Korea atau Eropa. Tak heran banyak pasien yang datang berasal dari luar negeri, seperti dari Singapura. 

 

“Secara pengalaman saya belum seberapa, tapi saya beruntung, bisnis ini sudah dibangun dengan positioning yang tepat oleh orang tua saya. Vinski Tower kini menjadi pusat anti-aging bertaraf internasional,” ujar perempuan penerima beasiswa dari International University of Monaco ini. 

 

Sempat bercita-cita menjadi seorang pilot, Natasha mencoba peruntungan dengan berbisnis di bidang aviasi, yakni Aero Queen Pte Ltd yang berbasis di Singapura. Bergerak di bidang jual-beli pesawat dan helikopter, perusahaan ini juga mulai ekspansi ke rental pesawat jet dan helikopter. Awal merintis, tak jarang dia dipandang sebelah mata oleh calon klien, karena dianggap masih muda dan tidak berpengalaman. Namun, dia berhasil membuktikan kemampuannya dan telah melayani penyewa maupun pembeli dari Monako, Asia Tenggara, hingga Dubai. Mayoritas, pembeli dan penyewa menggunakan pesawat untuk kebutuhan travel, umroh, dan usaha pertambangan. Tersedia 20 unit helikopter dan pesawat komersial di Aero Queen. Tak main-main, harga berkisar US$5 juta-US$28 juta per unit.

 

Sebagai generasi muda yang peduli pada sesama, Natasha sejak belia telah merintis kegiatan sosial dengan mendirikan Love Humanity by NCV dengan mengajak rekan-rekannya. Bukan hanya mengadakan pengobatan gratis setiap tahunnya, komunitas tersebut memberikan bantuan pendidikan, pemeriksaan kesehatan, hingga pertolongan bagi korban bencana alam. Dia mengaku menggagas hal tersebut untuk mengampanyekan pendidikan maupun kesehatan generasi penerus bangsa.