Dodi Reza Alex Noerdin | Mengabdi dengan Dedikasi  

Dodi Reza Alex Noerdin

Perjalanannya dari seorang pengusaha menjadi pemangku di legislatif, bukan tanpa pengalaman sebelumnya. Dia juga dipercaya memimpin lebih dari 24 organisasi dari organisasi kemasyarakatan, profesi, sosial, hingga olahraga.

 

Menyandang label putra dari Alex Noerdin, gubernur Sumatera Selatan mau tidak mau semua mata memandang pada setiap langkahnya. Berpegang teguh prinsip dedikasi untuk rakyat, dia melunturkan pendapat kebanyakan orang tentang kiprahnya di pemerintahan, karena mengekor jejak sang ayah. Pria kelahiran 1 November 1970 ini meyakini dapat berkontribusi lebih nyata untuk negara ketika tak lagi menekuni dunia bisnis.

Tidak butuh waktu lama untuk akrab dengan ayah si kembar Aletta Khayyara Alex dan Atalie Mazzaya Alex. Dengan sambutan hangat, suami dari Thia Yufada ini membagikan pengalamannya sebagai wakil rakyat, organisator, dan pemimpin keluarga.

Peraih pasca sarjana ekonomi dari Universitas di Belgia dengan peringkat terbaik Magna Cumlaude ini lebih memilih mengabdi kepada masyarakat dibandingkan menjadi pebisnis yang sudah ditekuni selama dua dekade.

“Sebenarnya latar belakang saya adalah profesional dan pengusaha. Saya sempat bekerja di perusahaan multinasional baik di luar maupun dalam negeri. Kemudian, saya mendirikan beberapa perusahaan di Jakarta maupun di luar daerah. Tetapi, terasa ada celah yang belum terpenuhi.

Sebagai pengusaha, kami memang memberikan kontribusi untuk negara, namun  tidak bisa masuk ke dalam sistem untuk membuat atau mengadakan pengawasan UU. Melihat kondisi tersebut, saya bergerak untuk melengkapi ikhtiar selama hidup di dunia ini,” terangnya.

Dia juga mendedikasikan waktunya untuk memimpin lembaga, seperti melatih ribuan pemuda, mahasiswa, maupun ibu rumah tangga dalam keterampilan berwirausaha. Semua pesertanya tidak dipungut biaya. Ketika menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Selatan periode 2007-2010, dia mempelopori berbagai program antara lain  “Kredit Mikro Tanpa Agunan (KMTA)”, kewirausahaan untuk mahasiswa “Entrepreneur Goes to Campus”, dan program “Pojok Rakyat” untuk memasarkan produk UMKM di gerai Carrefour.

Dia pun kerap berkiprah di percaturan diplomasi internasional saat duduk di Badan Kerja Sama Antara Parlemen (BKSAP) DPR RI. Setidaknya Dodi telah tujuh kali dipercaya mewakili Republik Indonesia dalam berbagai perundingan internasional. Dua di antaranya sebagai ketua delegasi. Terakhir sebagai Ketua Delegasi RI pada Konferensi PBB “Annual Parliamentary Hearing” di markas besar PBB – New York, USA (2013).

IMG_9563 EDIT

 

Strategi Manajemen Waktu

Setiap berbincang dengan figur pria penuh dedikasi ini, muncul rasa tertarik menelusuri cara pandangnya melihat tantangan dan memaknai diri sesungguhnya, ketika berada di tengah keluarga.

Menjadi pimpinan di Komisi VI DPR RI Periode 2015-2020 tentu membuahkan tantangan tersendiri secara pribadi maupun keluarga. Dodi pun mengakui hal tersebut, terutama dalam menyiasati waktu.

“Sebenarnya, wakil rakyat sama saja dengan dokter, guru, ataupun jurnalis. Ketika kita bekerja dengan dedikasi penuh, waktu tidak lagi menjadi teman setia. Tanpa terasa sudah berganti malam atau pagi hari. Di sinilah, peran saya untuk menyeimbangkan waktu dengan gaya sendiri,” ujar pria yang menjadikan kedua orang tuanya sebagai inspirator dalam hidup. Giattri Fachbrilian/Sahrudi | Foto: Sutanto

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Januari 2016

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here