Dody Martimbang | Penakluk Tantangan

Saya pun berbesar hati mengakui tidak andal dalam hal teknis dan finance karena background saya adalah legal. Menyamakan visi dan mencari keunggulan inti merupakan pijakan penting untuk menyusun rencana ke depan.

Dari perawakan luarnya, Dody tampak sebagai pria kalem dan tidak neko-neko. Belum terlintas karakter seorang pemimpin yang tidak pernah bersembunyi dari tantangan. Semakin dalam perbincangan kami, semakin jelas dia menciptakan rekor baru di beberapa program rintisannya. Tantangan adalah pemicu untuk terus berkarya. Disiplin dalam melakukan apa yang telah disepakati tim adalah semangatnya. Tidak malu bertanya adalah investasinya. Memberi kesempatan yang muda untuk berkarya adalah rumusannya. Tidak lepas tangan dari kesalahan anggota tim adalah janji yang belum pernah diingkarinya.

Loyalitas Dody di PT Aneka Tambang (Antam) sudah terbukti selama 26 tahun. Sarjana hukum lulusan Universitas Indonesia ini mengawali karier sebagai staf legal. Sempat ditempatkan sebagai Vice President HR and GA di Unit pertambangan Nikel di Pomalaa dan Unit Pertambangan Emas di Pongkor. Kemudian menjabat sebagai Vice President Legal and Compliance di kantor pusat PT Antam. Dody bercerita, rekan sejawatnya di bagian legal sempat berkelakar tentang uban dan tingkat stresnya. Dia berkata, kita
lihat tiga bulan ke depan berapa uban yang tumbuh di rambut Pak Dody.

0S4A1973

Namun nyatanya, hingga satu tahun tak satu uban pun tumbuh. “Menikmati dan disiplin menjadi pedoman saya dalam bekerja. Tak ada satu pun pekerjaan atau profesi di dunia ini yang tidak ada pressure-nya. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Ketika menikmati dalam melakukan sesuatu, hambatan dan tantangan adalah momen yang ditunggu untuk mengakselerasi kemampuan. Sementara, disiplin yang saya maksud adalah ketika tim sudah memutuskan untuk melakukan sesuatu, kita harus tekun di track tersebut. Nantinya, hal tersebut akan memudahkan kita untuk mengevaluasi kerja ke depan,” jelas pria yang sedang giat berolahraga menembak saat ini.

Baru di Mei 2013, Dody membuka ‘tambang rezeki’ baru untuk PT Antam. Dipercaya sebagai General Manager Unit Bisnis Pengolahan dan Permunian (UBPP) Logam Mulia, Dody berhasil merangkul tim UBPP Logam Mulia menjadi tulang punggung pemasukan di PT Antam. Pada tahun 2012 dan tahun-tahun sebelumnya, persentase kontribusi UBPP
Logam Mulia terhadap revenue PT Antam maksimum mencapai angka 5%, namun sejak 2013 menjadi 32%. Di tahun 2014 meningkat jadi 52%. Dan, hingga Q3 2016 naik menjadi 68%.

Membangunkan ‘Tidur Panjang’ UBPP Logam Mulia
Sebagai pimpinan tertinggi di UBPP Logam Mulia, Dody memulai tim ini dari langkah-langkah konsolidasi yang sederhana. “Satu hingga dua bulan pertama yang saya lakukan hanya bertanya dan berdiskusi dengan tim untuk mencari keunggulan unit ini. Saya pun berbesar hati mengakui tidak andal dalam hal teknis dan finance, karena background saya adalah legal. Menyamakan visi dan mencari keunggulan inti merupakan pijakan penting untuk menyusun rencana ke depan,” dia menerangkan.

Langkah pertama Dody adalah membuka jaringan distribusi yang lebih luas. Oktober 2013 menjadi pertanda penting timnya. Selain membuka butik pertama Logam Mulia di kawasan TB Simatupang, juga menjadi pembuktiannya kepada dewan direksi PT Antam.

“Sewaktu kami mengajukan konsep butik Logam Mulia ini sempat diragukan oleh dewan redaksi. Para direksi juga sempat berucap mana mungkin bisa balik investasinya di bawah waktu satu tahun. Kami tetap maju, bahkan memecahkan stereotip bahwa normalnya suatu investasi akan kembali dalam waktu tiga tahun. Alhamdulilah berkat izin Allah, tim UBPP Logam Mulia berhasil mengembalikan modal butik dalam tempo satu setengah bulan saja. Hingga saat ini, butik Logam Mulia sudah ada 13 kota besar di Indonesia,” tandas pria yang mengidolakan Deddy Aditya Sumanagara Dirut PT Antam dua periode silam.

Keunggulan UBPP Logam Mulia yang dirumuskan Dody adalah merek yang sudah dikenal dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia. PT Antam adalah BUMN yang memiliki tambang emas, pabrik, dan tempat penyimpanan yang dikelola secara mandiri. Dengan konsisten, emas yang diproduksi UBP Logam Mulia ini kadar kemurniannya 99,99%. Butuh proses panjang dan tingkat kerumitan yang tinggi.

Tidak berpuas diri dengan pembukaan butik Logam Mulia, Dody dan tim memacu diri untuk melakukan pembaruan. Di 2014, UBPP Logam Mulia meluncurkan aplikasi untuk mengecek harga emas dan logam mulia lainnya. Langkah ini salah satu upaya UBPP Logam Mulia bersinergi dengan era digital di segala sendi kehidupan. Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk Android maupun iPhone.

Di penghujung 2015, UBPP Logam Mulia merilis emas batangan bermotif batik. Dalam waktu enam bulan, produk tersebut terjual sebanyak 6.000 keping. Bukan hanya laris di pasar Indonesia, tetapi juga digemari oleh masyarakat Amerika, Prancis, Jepang, maupun Hong Kong.

Di September 2016, UBPP Logam Mulia meluncurkan brand jewellery LM. Produk pertamanya adalah kalung berserta bezel semacam bingkai untuk mengikat emas batangan batik tadi. Dua minggu setelah peluncuran sudah 250 pieces dibeli oleh masyarakat. Mayoritas pembeli adalah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Palembang, dan Balikpapan. Silvy Riana Putri | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Februari 2017

 

 

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here