Eksternal & Internal

Nilai kejujuran dalam penyampaian informasi harus dilakukan para praktisi PR. Tidak bisa lagi menutupi informasi yang penting untuk publik, karena bisa berujung pada proses hukum.

 Pekerjaan sebagai Public Relations (PR), selain membutuhkan kompetensi juga dipengaruhi dua variabel, yakni eksternal maupun  internal.

Faktor-faktor yang berasal dari lingkungan eksternal antara lain sistem politik, kemajuan teknologi informasi, pertumbuhan ekonomi, dan penegakan hukum yang konsisten. Sementara unsur internal adalah status, budaya organisasi, visi, dan kepemimpinan dalam suatu lembaga atau perusahaan.

Kita awali terlebih dahulu dalam mencermati beberapa faktor eksternal yang mendukung profesionalisme praktisi PR.

Pertama adalah sistem politik. Dalam sistem politik otoriter, peran pemerintah sangat dominan dalam mengatur kehidupan warga negara, termasuk organisasi maupun lembaga.

Lain halnya dengan penerapan politik yang demokratis, warga negara memiliki kebebasan untuk menyampaikan pilihan dan sikap politiknya. Saat ini, Indonesia berada dalam suasana demokratis.

Kondisi tersebut berimplikasi pada sikap masyarakat yang kian terbuka dan media massa bebas dan berani mengkritisi keadaan. Dalam keadaan tersebut, para praktisi PR harus mampu menjawab serta memberikan informasi yang tepat dan jujur kepada masyarakat.

Variabel kedua ialah pertumbuhan ekonomi turut berpengaruh terhadap aktivitas PR. Perusahaan atau lembaga yang pertumbuhan ekonominya sehat berperan besar dalam keberhasilan pekerjaan PR.

Selanjutnya adalah penegakan hukum. Nilai kejujuran dalam penyampaian informasi harus dilakukan para praktisi PR. Tidak bisa lagi menutupi informasi yang penting untuk publik, karena bisa berujung pada proses hukum.

Variabel terakhir, perkembangan dan kemajuan teknologi informasi. Masyarakat semakin dimanjakan oleh kehadiran media sosial. Begitu banyak jenis media komunikasi yang bisa dipilih ataupun diakses masyarakat saat ini.

Dalam konteks tersebut, PR harus mampu menentukan corong komunikasi yang efektif. Tujuannya agar pesan-pesan yang disampaikan bisa tersosialisasi dengan baik. Dan, pada saatnya mendapatkan dukungan masyarakat.

Lalu apa saja faktor internalnya?

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Juli 2017

 

 

Rubrik ini diasuh oleh Prita Kemal Gani MBA, MCIPR, APR

Memasuki tahun ke-27 berkarier di dunia kehumasan Indonesia, Ketua ASEAN Public Relations Network dan Pemilik & Direktur LSPR Jakarta ini tetap setia membagikan ilmu dan pengalamannya tanpa henti.

Berbagai penghargaan dalam maupun luar negeri telah disematkan kepadanya, antara lain terpilih menjadi satu-satunya perempuan dari Indonesia yang mendapatkan pembinaan Entrepreneurial Winning Women TM dari Ernst & Young pada tahun 2015 bersama tiga belas perempuan terpilih lainnya dari Asia Pasifik.

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here