ELIAWATY ERLY | ‘Revolusi’ Tea

Dalam perjalanannya teh tidak hanya sekadar diseduh saja. Ternyata, ada banyak ide menarik lainnya sebagai cara berbeda untuk menikmati teh.

Kehidupan yang dijalani seseorang kerap kali menuju pada sesuatu yang tidak pernah diduga. Paling tidak inilah yang dialami oleh Eliawati Erly. Semasa kecil, perempuan yang akrab disapa Eli ini tidak pernah bercita-cita  menjadi seorang business women atau memimpin  perusahaan.

Keinginannya sederhana, menjadi perempuan biasa saja. Namun, kenyataan berkata lain. Sekarang ini justru dirinya menjadi vice president director PT David Roy Indonesia, perusahaan yang dipercaya sebagai distributor tunggal teh  Dilmah di seluruh Indonesia.

Sebelum bergabung di perusahaan ini, dia telah lama berkecimpung  di dunia tour and travel sebagai tour leader selama sembilan tahun. Tak heran, Eli kerap berhubungan dengan banyak orang, mengatur berbagai hal terkait kebutuhan traveling ke berbagai tempat.

Tanpa disadari, ketika berpindah seperti profesi sekarang ini dan terlibat dalam kepemilikan perusahaan, rasanya dia seperti sudah  dipersiapkan sejak lama.

“Saat terjun mulai mengembangkan pasar Dilmah, strategi pertama saya adalah menemui hotel-hotel bintang lima. Tanpa saya sadari, saya begitu mudah mencari kontak-kontaknya, karena sejak dahulu sudah sering membina hubungan dengan pihak hotel,” ungkap perempuan lulusan Akademi Pariwisata NHI Bandung ini.

Selain itu, sebagai tour leader dia pun terbiasa melakukan perjalanan  ke luar negeri dan mengenal beragam teh yang dijumpainya  dalam perjalanan ke  berbagai negara.

Begitupun, saat dirinya  sekarang ini sering memberikan tea class, dia sudah fasih  berbicara di depan publik. “Ketika  menjadi tour leader, saya terbiasa berbicara dengan banyak orang dan kerap memberikan  briefing di  berbagai rombongan,” katanya ramah.

Hingga kini Eli sudah menangani bisnis Dilmah sejak tahun 2003 atau sekitar 12 tahun lalu. Memang bukan waktu yang singkat. Namun, karena dia menjalaninya dengan senang hati, tahun berlalu  dia tetap bisa enjoy.

Dalam bekerja memang tidak semuanya berjalan mulus. Ada juga tantangan sulit harus dijalani. “Kami terus berupaya memperkenalkan Dilmah ke kalangan menengah ke atas, karena mereka sering bepergian ke luar negeri dan sudah familiar menemukan produk ini di hotel, kafe atau restoran yang mereka kunjungi.

Kami tetap menjalin relasi dengan kalangan perhotelan maupun bisnis  food & beverage dari general manager, director, atau executive executive yang umumnya telah mengenal Dilmah,” katanya.

Namun demikian, dia menemukan kendala besar saat tahun pertama menanganinya. Ketika mulai menjalankan brand ini, saya adalah agen ketiga yang memegang distribusi teh  Dilmah.

Positioning-nya berada di produk premium dan sebagai strategi pertama target kami adalah bisa diterima di hotel bintang lima, kafe, dan restoran.  Namun, ketika saya mendatangi dan melakukan penawaran ke hotel-hotel bintang lima, ternyata mereka pernah memiliki pengalaman negatif dan kecewa terhadap service dari agen sebelumnya,” ungkapnya.

Eli terus mencari cara mengubah image dari minus menjadi positif. Ternyata, yang dia temui bukan masalah kualitas produk, tetapi lebih hal transaksi bisnisnya.

Dia menambahkan,“Tak putus asa, saya terus-menerus berusaha menyakinkan customer untuk kembali memakai Dilmah. Saya harus memulihkan kepercayaan para pelanggan.  Dilmah telah diakui memiliki kualitas baik, jadi kami hanya perlu meningkatkan pelayanan terbaik kepada customer.”

“Kadang saya memerlukan pendekatan hingga satu tahun untuk memasukkan produk teh ini ke suatu hotel. Tetapi, ada juga yang hanya membutuhkan waktu beberapa bulan.

Namun, saya dan tim tidak pernah mau menyerah. Kami bertekad tetap bersemangat mencoba. Hasilnya perlahan-lahan mulai terlihat, satu persatu hotel berbintang lima kembali memakai Dilmah,” paparnya seraya tersenyum.

TAK LELAH BERKREASI

Selain membangun kepercayaan Eli juga memiliki strategi lain  untuk meningkatkan penjualan. Dia  berusaha menggali lebih dalam demi menemukan jenis teh lain yang disukai masyarakat. Selama ini Dilmah memang telah  mempunyai koleksi black tea, green tea, maupun  fruit tea yang menjadi favorit.

Dia juga rajin mengikuti kegiatan pameran Food & Hotel Indonesia. Dari ajang inilah customer melihat produk Dilmah ternyata begitu beragam. “Koleksinya lebih banyak daripada sebelumnya. Ternyata,  customer bisa menemui aneka koleksi teh Dilmah yang berbeda, tidak hanya seputar  English Breakfast Tea, Earl Grey Tea, atau Darjeeling Tea saja,” katanya.

Setelah memberikan produk terbaik, dia berpendapat harus  diseimbangkan dengan pelayanan prima. “Salah satu terobosan terbaru dari kami  adalah sharing berbagai inovasi penyajian teh. Dalam perjalanannya teh tidak hanya diseduh saja.

Ternyata, ada banyak ide menarik lainnya sebagai cara berbeda untuk menikmati teh.  Seperti sajian dari fruit tea bisa ditampilkan dengan kemasan dingin. Atau, ada yang dikombinasikan dengan susu, bahkan alkohol,” tambahnya.

Eli juga selalu mendukung customer yang memiliki berbagai ide dan aplikasi teh berbeda. Dia menambahkan, “Kami sharing ide sambil menyajikan demo misalnya, ice tea diberi lychee, mango maupun buah lainnya. Atau menawarkan tea shake sebagai cara unik lain minum teh.

Ternyata, sekarang fruit tea pun banyak disukai orang. Terobosan seperti ini terus dilakukan, agar teh bisa lebih luas dinikmati masyarakat dan menjadi lifestyle maupun  trendsetter.  Kami memang harus kreatif melakukan semacam ‘revolusi tea’.“

Inovasi seperti ini menjadi added value Dilmah untuk para customer.  “Klien kami  menjual produk sambil didukung beragam ide  inovasi seputar teh.   Kami juga bisa menyatukan aneka menu hotel untuk acara-acara mereka. Tersedia pula tea box presenter yang diletakkan di kamar-kamar hotel. Tentu saja, ini menjadi kerjasama menguntungkan bagi kedua belah pihak,”  ungkapnya penuh semangat.

Dalam menjalankan  bisnis,  tentu saja Dilmah memiliki pesaing. Namun, Eli merasa adanya competitor justru bagus untuk memicu kreativitas timnya, agar bekerja lebih baik lagi, meskipun strategi bisnisnya kadang ditiru.

“Masing-masing produk teh mempunyai kekurangan dan kelebihan  tersendiri. Syukurlah, Dilmah sekarang telah hadir di mana-mana  dan kian mudah diakses baik di hotel, kafe, restoran,  FoodHall maupun 99 Ranch Market. Selain itu, juga bisa diperoleh di Hypermarket, Lotte Mart, Carrefour, dan lainnya,” tambahnya.

 

 

 

Teks: Aryani Indrastati

Pengarah Gaya: Elly Simanjuntak

Foto: Fikar Azmy

Tata Rias Wajah & Rambut: Ahmad Lala

Busana: EP, A-lumnus, Patinya (Central Departement Store),

Grand Indonesia Jl. MH.Thamrin No.1, Jakarta Pusat, telepon: 021.23580001

Lokasi:  t-Lounge by Dilmah di The Papilion Pacific Place

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Juli 2015

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here