Elin Winarti | Bangkit dan Berhijrah

Elin Winarti

Setiap perempuan, terutama ibu memiliki kisah dan perjuangan tersendiri. Dalam diamnya, selalu mengutas doa untuk keluarga. Jiwa dan raga dicurahkan demi membuka masa depan yang cerah untuk buah hati.

Elin salah satu di antara perempuan yang menjaga kodrat mulia sebagai ibu. Dia jatuh bangun membesarkan kedua buah hati diikuti perjuangannya menjaga restoran Jepang peninggalan sang suami.

Tanggal11 Maret 2011 adalah hari bersejarah yang mengubah semua arah dalam jalan hidupnya. Di hari itu, dia berpisah dengan belahan jiwa untuk selamanya, Murakami Hedeki. Kepergian sang suami tidak hanya meninggalkan kesedihan mendalam, tetapi juga keterpurukan bisnis yang dibangun oleh mereka berdua.

Suami Elin yang berkebangsaan Jepang adalah pebisnis yang bergerak di bidang mechanical electrical. Beberapa bisnis dirintisnya sejak tahun 1991. Salah satunya beragam tempat usaha di Wisma Kieai, dulu disebut Wisma Kioei Prints. Mulai dari tempat massage & reflexology, restoran american seafood, dan Goemon Restaurant.

Tidak hanya disibukkan dalam berbisnis, suaminya pun aktif sebagai Ketua Japan Matsuri. Posisi yang membuatnya mudah berhubungan dengan berbagai petinggi negara, salah satunya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu.

Namun dalam sekejap, gurita bisnis suaminya lenyap akibat persaingan bisnis. “Orang kepercayaan suami saya berada di balik kejadian tersebut. Saat itu, tidak ada yang bersedia membantu kami. Manajemen Jepang juga memilih diam. Bahkan, koki dan karyawan Jepang yang sudah ikut selama 13 tahun meninggalkan kami. Ketika mengajukan kasus tersebut ke ranah hukum, saya terkendala dalam dana untuk pengacara dan keperluan hukum lainnya. Pada akhirnya, saya memutuskan untuk tidak meneruskan pengungkapan kasus tersebut. Lebih baik uang yang ada untuk menyambung hidup saya dan anak-anak,” lirihnya.

 

0s4a7398

Melangkah Demi Keluarga

Dengan sisa uang dan tenaga yang ada, Elin berupaya bangkit untuk kedua anaknya. Langkah pertama yang diambilnya adalah memanggil pulang anak sulungya, Kengo Murakami yang sedang kuliah di Seattle, Amerika Serikat.

“Dengan berat hati, saya meminta Kengo pulang ke Jakarta. Padahal, tinggal enam bulan lagi studinya selesai. Tapi takdir berkata lain. Saya membutuhkan dia di sini. Alhamdulillah, Kengo pun mengerti,” kenang wanita berdarah Sunda-Banten ini.

Bersama putranya, Elin menghidupkan kembali Goemon Restaurant, satu-satunya peninggalan suami yang tersisa. Konsep Goemon Restaurant menyerupai restoran franchise dari negeri Sakura.

Mulai dari konsep, interior, masakan, dan chef didatangkan langsung dari Jepang. Sebagian besar tamu restoran adalah para ekspatriat Jepang. Tak heran, jika banyak yang berpikiran bahwa resto ini merupakan franchise dari Jepang. Dia menambahkan,“ketika terpuruk, banyak yang ingin mengambi restoran sebagai franchise mereka. Namun, saya tetap bersikukuh menjalankannya dengan keringat dan hasil sendiri.” Suci Yulianita | Sutanto

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Oktober 2016

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here