Emily Subrata | Always Do Things Properly

 Ketika telah menetapkan sesuatu, saya selalu berkomitmen dan pantang menyerah. Saya ingin terjun ke dunia ini dengan proper, tidak asal begitu saja. Background dan pengalaman harus mumpuni.

Sulung dari dua bersaudara ini terbilang pribadi yang mudah beradaptasi. Walaupun mengantongi gelar seni dari University of Sidney, Emily Subrata justru melukis sukses di ‘kanvas’ lain, yaitu industri hospitality.

Passion dan kebulatan tekad yang mendorongnya mengganti ‘kuas’ masa depan. Meski 15 tahun menetap di Australia, dia lincah menyesuaikan diri dengan kultur masyarakat maupun perkembangan hospitality di Indonesia.

Awal mula, dia terpikat dengan dunia hospitality saat acara pembukaan Sudamala di Sanur, Bali pada 2011. “Di acara peresmian tersebut, saya terkenang lahan yang sebelumnya tanah kosong berubah menjadi bangunan. Kalau kata penduduk Bali, taksu-nya kuat sekali,” kenang Direktur Sudamala Resorts ini diikuti senyuman kecil.

Selama rentang waktu 2011-2012, Emily meyakinkan diri, sebelum mengungkapkan niat kepada keluarga. “Kedua orang tua tidak memiliki harapan agar kami kembali ke negeri ini. Saat itu, saya menetap di Sydney, sementara adik saya di London. Mereka sangat demokratis dengan pilihan anak-anaknya,” ungkapnya.

Keputusan Emily terjun di bisnis ini seperti mengulang kisah ayahnya, Ben Subrata. Seorang insinyur yang berkarier di bidang energi, namun lebih mengikuti panggilan jiwanya di bisnis hospitality dengan membangun kerajaan Sudamala Resorts.

Satu-satunya Milik Anak Negeri
Konsep lokasi pengembangan Sudamala Resorts akan difokuskan di Timur Indonesia. Setelah Bali dan Lombok, Sudamala Komodo Villas and Dive Resort adalah properti teranyar yang sedang dibangun.

Tinggal 14 bulan lagi, resor tersebut siap memanjakan wisatawan. Lokasinya berada di Pulau Sebayur, antara Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Hanya butuh waktu setengah jam dari Labuan Bajo atau Pulau Komodo untuk menuju ke sana.

Pekerjaan utama yang menantang adalah persoalan infrastruktur. Emily dan tim memulai dengan penyediaan air bersih, listrik, dan konservasi alam sekitar. Disinggung soal keunikan resor barunya, Emily bersemangat menjelaskan bahwa ini resor anak negeri pertama di Pulau Komodo.

“Di Labuan Bajo memang sudah ada beberapa hotel. Tapi di pulau-pulau di sekitar Pulau Komodo, baru resor kita yang digawangi oleh orang Indonesia. Sedih dan menyesal melihatnya. Kenapa baru sekarang kita terjun di daerah sendiri.

Sementara orang-orang mancanegara sudah berdiam di sini bertahun-tahun, menetap, dan running bisnis. Tapi lebih baik terlambat, daripada tidak memulai sama sekali,” resahnya. Silvy Riana Putri | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Januari 2017

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here