Esthy Reko Astuty | Pendekatan yang Berbeda

Esthy Reko Astuty

Ada banyak wanita hebat baik dari dalam maupun luar negeri  yang dikagumi oleh  Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty.

Namun, baginya yang paling menginspirasi dirinya adalah sang ibunda tercinta. Meskipun,  seorang ibu  rumah tangga, dia tetap  memiliki tugas besar melahirkan, membesarkan, dan mensukseskan  anak-anaknya.

Walaupun ibu menikah muda, hidup dalam kehidupan yang konservatif, dan status perempuan tidak terlalu dianggap.  Dia berkata, “Ibu  mempunyai pemikiran yang luar biasa. Tak hanya berhasil mendidik anak-anaknya, tapi  juga menginspirasi  perempuan di sekelilingnya  untuk bisa maju, sukses, dan setara dengan kaum Adam.”

 

 

KELEMBUTAN & KETEGASAN 

Bekerja dan menjadi leader di antara karyawan pria, menjadi tantangan tersendiri  untuk Esthy. Prinsipnya yang dipegangnya adalah bersikap profesional dan tidak boleh seenaknya, walaupun berada dalam posisi sebagai atasan.

Dia tidak mau rasa kasihan kaum Adam muncul saat bekerja. Namun, jika perempuan tetap memakai kelembutan dipadu sikap tegas, dia sangat menyetujui hal tersebut. Mau belajar terus-menerus,  memakai pendekatan berbeda terhadap anak buah yang masih muda dan sudah tua, dia terapkan dalam kehidupan bekerja sehari-hari.

Kelemahan yang sering terjadi pada diri kaum Hawa adalah cenderung baper atau bawa perasaan saat bekerja. “Jika para pria sering merasa  tidak tega terhadap rekan kerja perempuan, kita justru cenderung  lebih sensitif alias baper atau bawa perasaan.

Seharusnya tetap ada batasan saat bertolerasi dengan perasaan. Memang  tidak mudah, tapi ini bisa dipelajari. Apalagi, kalau ada karyawan yang  mempermainkan sistem di kantor, seperti masuk dan pulang kantor sembarangan tidak sesuai aturan, saya tidak pernah mau toleransi dalam hal ini,” lanjut wanita yang suka menikmati berbagai kegiatan seni dan  bersepeda ini.

Ketika ditanya bagaimanakah caranya me-manage stres yang sering melanda para leader di kantor, dengan berterus-terang dia bercerita, “Dalam bekerja, sepertinya saya terlihat santai, padahal sebenarnya tidak juga.  Saya berusaha agar bisa menikmati  pekerjaan. Supaya  tidak stres  saya berusaha bekerja secara team work. 

Ada delegasi, sehingga  pekerjaan tidak menumpuk dan setiap ada masalah diselesaikan secara terbuka  bersama-sama saat  mencari solusinya. Sehingga, tak menjadi beban perseorangan dan menjadi  omongan tidak perlu di ‘belakang’, karena waktu itu berharga.”

Selain itu agar kehidupan menjadi seimbang, dia selalu berusaha  membagi waktu, agar dekat dengan keluarga. Karena biar bagaimanapun suami, anak, dan cucunya memerlukan perhatian dan kehadirannya. Elly SimanjuntakFikar Azmy

 

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Juni 2016

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here