Evie Yulin | Gairah Kerja Tak Pernah Padam

Sebagai direktur perempuan satu-satunya di PT Merck Tbk, Evie Yulin termasuk pribadi tegas, sekaligus mudah didekati. Saat pertama berjumpa di kantornya di kawasan TB Simatupang, ketulusan sambutannya membuat perjumpaan yang berlangsung singkat terasa menyenangkan. Dengan keterbatasan waktunya di sela-sela rapat, dia membuka diri untuk dieksplorasi.
Di sela-sela perbincangan serius, dia ‘mencairkan’ suasana dengan senyuman dan guyonan ringan.

Di awal tahun 2017, kami meminta waktu eksklusif untuk berbincang lebih intim bersama perempuan yang baru berhijab Juli 2016 ini. Dengan lapang hati, dia meluangkan waktu dan mempersiapkan diri secara baik.

Lokasi perjumpaan kali ini bertempat di hotel kawasan Mega Kuningan di pagi hari. Dia datang lebih awal dari waktu yang kami sepakati.

“Saya sudah tiba di Ritz-Carlton Hotel sejak pukul 06.30 WIB. Karena ada Skype meeting mendadak dari regional office. Agar terhindar dari kemacetan Jakarta atau jaringan koneksi yang kurang baik selama di perjalanan, saya lebih memilih melakukannya di sini sambil minum kopi. Jadinya tenang, pekerjaan rampung dan tidak menganggu jadwal dengan Women’s Obsession,” ungkap Evie mengawali percakapan.

Pembawaan tenang dalam menangani beragam tantangan dan perubahan situasi di industri farmasi kian menegaskan keterpilihan Evie sebagai Country Director Merck Biopharma dan Board of Director PT Merck Tbk sejak Juni 2010. Merck berkantor pusat di Darmstadt, Jerman, berdiri sejak tahun 1668 dan merupakan perusahaan farmasi tertua di dunia maupun Indonesia. Pada tahun 2018, Merck akan berusia 350 tahun dan menjadi global company tersebar di 66 negara.

Ketika bergabung, Evie langsung dipercaya menempati posisi puncak di Indonesia, berbekal pengalaman bekerja di berbagai perusahaan farmasi baik lokal maupun multinational company dengan berbagai macam posisi dan tanggung jawab selama 24 tahun.

“Ada value yang menarik pada saat perekrutan. Para petinggi di Darmstadt mencari profil pimpinan yang memiliki visi dan strategi jauh ke depan, mampu mengarahkan tim dengan jelas, dan memegang teguh arah bisnis yang telah ditetapkan.

Juga sosok pimpinan yang menjalankan business secara compliant. Ketika mereka meriset, pengalaman saya dalam menangani sejumlah proyek dinilai memuaskan dan menjadi elemen yang dicari.

Di beberapa perusahaan sebelumnya, saya kerap mendobrak dengan mengembalikan perusahaan untuk growing dengan menerapkan solusi inovatif, memperkuat kompetensi tiap individu, mengubah pola pikir bekerja lebih efisien, dan tepat sasaran dalam sisi cost maupun penggunaan waktu, serta mengubah sistem distribusi,” kenang alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini. Silvy Riana Putri | Fikar Azmy

 

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Oktober 2017

 

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here