Memberi Teladan Bersedekah

Di bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran, menjadi bulan yang sarat untuk menaburkan kebajikan. Salah satunya ditandai dengan banyak melakukan perbuatan amal. Misalnya saja, bersedekah dan  memberi zakat.

Ternyata, cara memberi ini  dapat  menjadi upaya memberi teladan orang tua untuk mulai mengajak anak belajar berderma.

Bagaimana mengajarkan anak mau bersedekah? “Sebetulnya  berderma atau bersedekah dapat diartikan sebagai cara kita berbagi kepada sesama.

Dalam perkembangan psikologi kemampuan peduli atau membantu orang lain itu masuk dalam salah satu keterampilan sosial,” ungkap Anna Surti Ariani, S. Psi, M. Psi, psikolog yang lebih dikenal dengan nama Nina Teguh  kepada Women’s Obsession.

Membicarakan psikologi perkembangan anak, domain (ranah) perkembangan menjadi begitu penting. Di antaranya adalah perkembangan fisik, kognitif, bahasa, dan sosial.

Domain-domain ini akan berkembang sedikit demi sedikit sejalan pertambahan usia. Misalnya, perkembangan dari janin menjadi bayi dan terus bertumbuh dan seterusnya sampai dewasa.

“Seiring dengan perkembangan anak, dia akan tumbuh dengan berbagai stimulasi atau rangsangan lingkungan sekitanya.

Seperti cara kita peduli, memberi sedekah merupakan contoh stimulasi dalam perkembangan sosial. Karena itu, dengan memberi atau peduli kepada orang lain akan menjadi bagian khusus bagi perkembangan sosial anak,” tambah Nina.

 children-and-money

MAKHLUK SOSIAL

Mengapa seorang anak membutuhkan keterampilan  sosial? “Tak dapat dipungkiri setiap orang adalah mahkluk sosial. Manusia tidak dapat hidup sendiri. Kita berada di tengah masyarakat dan harus tolong menolong,” lanjutnya.

Itulah sebabnya, jelas Nina lebih memiliki empati,  peduli, dan membantu orang lain, menjadi satu upaya untuk mengasah sisi sosial sang buah hati. Selain itu, juga menjadi cara beradaptasi dengan orang lain.

“Dalam masyarakat kita dituntut menyesuaikan diri dengan aturan-aturan dan normal-norma  sosial. Kita juga harus peduli pada lingkungan sekitar kita. Karena itu, mengembangkan keterampilan sosial akan memiliki makna positif sekali bagi perkembangan anak,” ungkapnya.

CARA SEDERHANA

Berbagi itu adalah bagian dari kebiasaan dalam keseharian. “Hal ini bisa dimulai dari hal sederhana.

Misalnya, dengan memberi contoh seorang ibu yang memberi kue untuk anaknya.

Lalu ketika seorang anak memberikan sesuatu kepada ibu, maka ibu sebaiknya mengungkapkan perasaan senang dan terima kasih. Ini menjadi hal yang dapat dipelajari sejak dini,” jelas Nina.

Tindakan memberi juga dapat dilakukan di luar lingkungan keluarga. Seperti saat ada acara keluarga, maka sang ibu bisa meminta anak untuk membagikan kue di toples kepada tamu yang datang.

Atau, ajak  anak menabung lalu memberikan sebagian bagi orang yang tidak mampu. Anak membutuhkan pengalaman yang konkret dan teladan dari lingkungan terdekat. Aryani Indrastati 

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Juli 2015

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here