Gammara Leather Tas Kulit Indah dari Bandung

“Ternyata, saya temukan kalau kulit terbaik di dunia itu adalah kulit sapi jawa.”

Kecintaannya pada tas kulit telah lama bersemayam di hatinya. Dia ingat ayahnya memiliki tas kulit yang sudah berusia 30 tahun, namun terlihat masih baik. “Saya melihat semakin tua usia tas malah terlihat kian baik. Ini membuat saya jadi jatuh cinta pada tas kulit,” jelas  Aditya Lugina yang akrab disapa Gina kepada Women’s Obsession.

pamona1ok

Tak heran, sejak dia kuliah di Universitas Padjajaran, Bandung, dia sudah mulai menjual tas kulit dan menjadi salah satu produsen tas.  Ternyata sambutan di pasaran cukup baik,  tas yang dia tawarkan banyak dibeli. Dia  melihat ada satu celah berbisnis kulit di Tanah Air. Akhirnya, pada tahun 2010 Gina bersama seorang temannya asal Makassar memberanikan diri membuat Gamarra Leather. Diberi nama demikian, karena  gammara dalam bahasa Makassar berarti bagus atau indah.

 UTAMAKAN KUALITAS

Di masa awal penjualannya,  Gina bekerjasama dengan pengrajin. Dia memberi order kepada mereka. Selain itu, dia juga menyediakan bahan baku, mesin dan pendukung lainnya  ke pengrajin, lalu tasnya dia yang menjual. Namun, setelah beberapa lama Gina memutuskan untuk menjalankan sendiri. Akhirnya, dia bersama rekannya dan lima karyawannya, menjadi tim solid  untuk memproduksi tas kulit. Dia pun menyadari pentingnya hak paten dan sudah didaftar ke  Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.

Dalam merancang produk tas kulitnya, Gina juga selalu  berfokus pada kualitas produk. Termasuk ketelitian memilih bahan baku, memeriksa kelengkapan lain seperti benang, bahan pelapis tas, dan beragam hal lainnya. Dia pun tak segan mengawasi seluruh proses produksi hingga finishing touch-nya. Itulah sebabnya, tas kulit hasil karya Gina sangat unik, menarik, dan elegan. Dalam merancang, dia selalu berusaha memenuhi selera pelanggan, baik  perempuan maupun pria yang terus berkembang secara dinamis.

bonto 0kDia pun terus melakukan inovasi dalam pembuatan tas, misalnya membuat kombinasi kulit dengan tenun. Karyanya ternyata banyak disukai. Gina juga pernah mencoba membuat tas kulit dengan metoda tie-dye. Dia menambahkan, “Tetapi, mixing menggunakan kanvas tie-dye, hanya diproduksi  untuk event-event tertentu. Kebetulan tahun lalu kami mengikuti Pasar Seni ITB. Pada event itu terlintas ide untuk membuat produk dengan kombinasi kanvas tie-dye. Untuk ke depannya kami masih belum tahu apakah akan tetap menggunakan cara tersebut atau tidak,  karena peminat produk full kulit masih tinggi. Tetapi, untuk mixing dengan tenun kami akan tetap menggunakannya. Biasanya kami menggunakan tenun NTT atau NTB.”

Perjalanannya di bisnis tas kulit ini memberikan banyak pelajaran bagi dirinya. “Saya sudah lama meriset dan belajar seluk-beluk tentang kulit terbaik yang dapat saya gunakan. Ternyata, saya temukan kalau kulit terbaik di dunia itu adalah kulit sapi Jawa, karena tahan lama dan halus. Saya membeli kulit sapi dari Surabaya dan Tangerang,” katanya.

PENJUALAN ONLINE

Untuk lebih dikenal luas, produk Gammara Leather kerap mengikuti beragam pameran. Seperti  belum lama ini Gamara ikut eksibisi dalam suatu ajang fashion besar di Jakarta. Tas-tas kulit dirancang dengan kreativitas tinggi. Hal ini terlihat pada desain, kualitas kulit yang tinggi, dan fashionable pada setiap produk tasnya. Tak heran banyak orang mulai menyukainya.

mere1 (30x27x19) ok

Sekarang ini, lanjutnya Gammara Leather sudah mampu menjual lebih 70-75% dari stock dengan harga sekitar Rp 550.000- Rp2.500.000. Untuk saat ini produk untuk pria sedang tinggi demand-nya. Baik itu tas kerja, clutch, ransel, maupun tote bag.

Untuk memasarkan produksinya, Gina bekerjasama dengan dua outlet di Jakarta dan Bandung. Tahun 2011 dia membuka pembelian online.

Selain itu, di masa awal bisnisnya, dia juga pernah memasarkan produknya melalui jaringan pemasaran online www.ebay.com. Gina melanjutkan, “Namun, saat ini kami sudah tidak lagi bekerjasama dengan ebay. Kami ingin ‘membaca’ pangsa pasar negara luar yang cocok dengan produk kami. Sekarang ini, untuk pasar keluar kami sudah memiliki distributor resmi di Taiwan dan vendor untuk produk tas di Prancis dan Dubai.”

Untuk rencana ke depan pengembangan Gamarra Leather,  Gina ingin menggali lagi kualitas dan ragam bahan baku kulit, lewat kerjasama dengan pabrik penyamakan kulit. “Lainnya, saya juga ingin  untuk bisa mengembangkan atau membina lebih banyak lagi pengerajin tas kulit. Saya ingin sharing pengetahuan saya kepada mereka untuk menghasilkan karya tas kulit yang benar-benar rapi dan berkualitas. Sedangkan untuk pemasaran saya masih bercita-cita untuk mengembangkannya ke luar Indonesia. Caranya dengan memulai pameran di luar negeri. Semoga  Gamarra Leather bisa menjadi salah satu produk kebanggaan Indonesia,” tambahnya seraya tersenyum.  (Aryani Indrastati) Foto: Dok. Gammara Leather 

 

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here