Julius J Warouw | Getting Better Everyday

Mendiamkan saya ketika berbuat kesalahan adalah salah satu bentuk kegagalan sebagai pemimpin. Saya terus memupuk suasana keterbukaan dan saling menjaga di antara tim.

 

Ketika menatap dalam mata direktur Synthesis Square ini terbaca keteduhan dan sosok pria kalem pada dirinya. Namun, ketenangan itu lenyap saat membicarakan gaya komandonya dalam pertumbuhan Synthesis Square, masa depan properti indonesia maupun  semangat keindonesiaannya. Dengan penuh gairah, jenderal properti bersuara berat ini menularkan optimisme dan semangat bisnis properti kepada Women’s Obsession.

 

pilih

Makelar kos-kosan

Kapabilitas dan passion Julius di dunia properti sudah terbangun sejak masa kuliah. Bersama teman-temannya, dia mencarikan kos-kosan untuk mahasiswa baru. “Tanpa bermaksud mendapat keuntungan, awalnya kami hanya bertujuan membantu mereka. Ternyata, keberhasilan pertama menjadi perantara ibu kosan dan mahasiswa baru, kami mendapatkan apresiasi, berupa uang terima kasih sebesar Rp 25.000.

Di masa awal 90-an, jumlah tersebut cukup besar nilainya. Komisi kalau bahasa kerennya. Sejak saat itu, saya tertarik menekuni bidang ini. Selain mendapatkan benefit, kami senang karena membantu mereka memenuhi kebutuhannya,” ungkap pria yang tak pernah meninggalkan alkitab sebagai bacaan wajibnya.

Menggali lebih dalam karakter pria berlatar pendidikan teknik sipil ini, dia memiliki daya juang yang tinggi. Karier pertamanya di dunia properti dimulai pada 1998. Tahun tersebut penuh memori bagi rakyat Indonesia dan mendorong perubahan besar di segala bidang, tak terkecuali properti.

“Di situlah tantangan saya. Pertama kali berkarier di grup besar seperti Lippo. Kondisi ekonomi dan keamanan sedang bergejolak. Menyerah dengan keadaan, tidak ada dalam pilihan saya. Do it something for getting better. Saya yakin ketika manusia tetap berusaha, Tuhan tidak pernah tidur dan selalu melihat kita,” kenangnya penuh keyakinan.

Sering kita mendengar finansial keuangan, ahli keuangan, dan orang awam berkata properti adalah bisnis yang tak akan pernah ‘mati’. Julius pun mengamini dengan intuisi bisnisnya.

“Peluang bisnis properti memang bagus. Tapi, ini tidak akan berbuah manis, bila tidak diolah secara  kreatif dan dinamis. Dari tahun ke tahun, minat maupun kebutuhan pembeli selalu berkembang. Bila kita tidak menyesuaikan atau lebih dahulu melakukan sesuatu, bisa-bisa tergilas zaman,” tukasnya.

Dia pun menuturkan beberapa faktor yang merujuk pada keyakinannya terhadap dunia properti Indonesia. Selain loyalitas market dan prediksi ekonomi Indonesia yang terus membaik dalam tiga tahun ke depan, dia menyimak bidang black off, yaitu tahap penggambaran, Indonesia lebih kreatif dan andal, dibandingkan negara-negara tetangga. Silvy Riana Putri | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Mei 2016

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here