HANA HASANAH FADEL | Kebersamaan Dengan Keluarga

Kecintaan Hana terhadap busana kebaya Indonesia terwadahi sejak dirinya bergabung dengan Perhimpunan Kebayaku. Komunitas ini terdiri dari sejumlah tokoh yang ingin menunjukkan ekspresi kebanggaan kepada bangsa melalui penggalangan dukungan dan upaya memperkenalkan kebaya Indonesia di dalam dan luar negeri.

Perhimpunan Kebayaku juga sering menggelar fashion show busana kebaya, seperti Cinta Kebaya Nusantara yang memperkenalkan koleksi terbaru para desainer Indonesia, sekaligus menjadi momen pemberian penghargaan bagi para wanita yang berperan dalam melestarikan kebaya Nusantara.

Hana menyimpan harapan agar kebaya bisa menjadi budaya dan busana yang tetap dibanggakan, baik oleh warga Indonesia sendiri maupun mancanegara. Terbukti, pada saat acara berlangsung banyak tokoh duta besar negara lain yang menunjukkan ketertarikannya pada kebaya nasional.

Dia menuturkan, “Pada kesempatan inilah kita dapat mengenalkan busana kebaya bukan hanya milik orang Jawa atau Sunda, tetapi ada juga kebaya milik Bali, Sumatera, Betawi, dan wilayah lainnya di Indonesia.”

Di mata Hana, kebaya merupakan simbol yang memperlihatkan keanggunan, kelembutan,  dan  aura tersendiri dari  sosok seorang wanita sehingga harus dilestarikan. “Ketika seorang perempuan mengenakan kebaya, akan ada sesuatu ‘memancar’ dari penampilannya. Seperti itulah keunikan kebaya,” papar Hana.

Sama halnya dengan kain tradisional yang sering dia kenakan untuk momen tertentu, dia kerap menggunakan kain tradisional berbagai motif maupun  corak. Biasanya, kain tersebut diperoleh jika travelling ke berbagai daerah seperti Pekalongan dan Yogya.

Di waktu senggang di tengah kesibukannya, Hana mengaku lebih suka tinggal di rumah menemani putri bungsunya Nayla Salsabila Fadel yang berusia sebelas tahun, si kecil yang aktif dan cerdas. Jika di rumah, dia senantiasa menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan untuk membuat hunian lebih nyaman.

Hana rupanya memiliki kecintaan terhadap desain interior rumah. Dia mengungkapkan, tidak seperti wanita biasanya yang gemar mengoleksi tas atau sepatu, Hana justru senang berburu dan mengoleksi pernak-pernik antik baik dalam maupun luar negeri, seperti lampu chandelier, guci, karpet, maupun furniture dan menempatkannya di area rumah sesuai keinginan.

Berwisata juga menjadi kegemarannya. Nenek dari lima cucu ini mengaku tujuan favoritnya adalah negara-negara di Eropa. Namun, ada satu destinasi yang menjadi prioritas. “Melakukan ibadah umroh tidak akan pernah bosan. Biasanya saya dan suami rutin mengunjungi tanah suci untuk beribadah minimal dua kali dalam setahun,” ungkapnya.

Dalam menyambut bulan Ramadhan, Hana telah mempersiapkan segala hal bahkan sejak jauh hari, termasuk persiapan fisik dan psikis. Mengenai tradisi keluarga, dia menyatakan keluarga besarnya selalu menggelar acara buka puasa bersama dengan lokasi ditentukan secara bergiliran sejak hari pertama.

Meskipun masing-masing memiliki kesibukan, penting bagi sebuah keluarga untuk selalu membina kehangatan dan keharmonisan, apalagi di bulan suci.  Di saat itulah keenam putra-putrinya berkumpul, Fikri Fadel Muhammad, Faiz Fadel Muhammad, dr. Nabila Jihan Fadel Muhammad, Fauzan Fadel Muhammad, Nadira Tania Fadel Muhammad, dan Nayla Salsabila Fadel Muhammad.

“Kami mempunyai tradisi membuat seragam untuk keluarga di hari raya. Anak sulung saya biasanya bertanggung jawab untuk menentukan gaya busana seragamnya,”  tambah Hana. Seketika terpancar senyum di wajahnya, mengingat Ramadhan tahun ini akan menjadi lebih berwarna, karena dia dapat berkumpul dengan buah hati dan cucu-cucunya tercinta. Angie Diyya l Fikar Azmy

Women’s Obsession Edisi Mei

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here