INDAH SDA | Arti Ibu

Meski ibu saya termasuk perempuan konservatif, namun beliau tidak pernah membeda-bedakan perlakuan kepada anak laki-laki maupun perempuan. Pemikirannya sangat maju bahwa ruang lingkup anak perempuan tidak hanya sebatas sebagai ibu rumah tangga.

Indah merupakan sulung dari sembilan bersaudara. Dia dibesarkan dalam suasana keluarga yang mengutamakan nilai-nilai agama dan moral. Namun ibunda tercinta, Siti Maryam, tergolong perempuan yang demokratis di zamannya.

“Meski ibu saya termasuk perempuan konservatif, namun beliau tidak pernah membeda-bedakan perlakuan kepada anak laki-laki maupun perempuan. Pemikirannya sangat maju bahwa ruang lingkup anak perempuan tidak hanya sebatas sebagai ibu rumah tangga,” bangganya.

0s4a2838-web

Ketika mengenang masa kecil, Indah teringat ibundanya selalu mengutamakan pendidikan moral, termasuk ketika di meja makan tidak bersuara dan cara berpakaian. Nilai tersebut diterapkan juga kepada ketiga putri dan satu putranya.

“Saya banyak terinspirasi dengan cara mendidik kedua orang tua. Penerapannya disesuaikan dengan kondisi zaman. Mengingat anak-anak zaman sekarang lebih kritis ketika diarahkan sesuatu. Sebagai orang tua, saya harus memberikan penjelasan logis agar mudah diterima,” tandas perempuan yang senang berpenampilan rapi di momen apapun ini.

Di bulan ini ada hari bersejarah, yaitu Hari Ibu. Sebagai anak, Indah menghaturkan rasa terima kasih yang tak terhingga untuk ibunda tercinta.

Dia menguntai harapan sederhana, “Saya selalu memanjatkan doa yang tak henti, agar ummi selalu sehat dan dapat menyaksikan seluruh cucunya menikah. Beliau selalu dilimpahi kebahagiaan. Bakti saya sebagai anak tak akan pernah cukup untuk membalas kasih sayang dan bimbingan berharga ummi selama ini. Setiap hari, saya bersyukur kepada Allah masih diberikan kesempatan untuk membahagiakan ummi dalam bentuk apapun. Mendengar suaranya lewat telepon lalu mendoakan saya adalah kebahagiaan yang paling berharga.”

Sebagai ibu, Indah berdoa agar hari-hari keempat buah hatinya selalu diisi dengan kebahagiaan dan penuh makna.

“Dengan anak-anak, saya menerapkan pola demokratis terarah. Dalam beberapa hal, seperti moral dan agama, anak-anak tidak boleh melanggar dari apa yang telah kami tetapkan sebagai orang tua. Di sisi lain, saya dan suami sangat demokratis dalam menentukan arah perjalanan mereka,” terangnya.

Keseimbangan Peran

Perempuan yang senang olahraga renang dan line dance ini menuturkan kiatnya dalam menyeimbangkan peran sebagai wakil rakyat, organisator, ibu, maupun istri. Dia selalu memegang teguh pesan ibunya yang juga diturunkan kepada ketiga putrinya.

Sehebat apapun perempuan dalam bekerja, suami adalah nakhoda dalam berumah tangga. Hormati dan layani dia dengan penuh kasih sayang maupun ketulusan.

“Sebagai manusia, wajar bila kita berbeda pendapat dengan suami. Ketika situasi tersebut terjadi, kita harus mencari titik temu dan menyadari imam kita adalah suami. Tidak selalu keinginan kita yang diikuti. Terkadang ego perempuan kerap mendominasi sehingga melewati batas. Selalu ingat, bahwa pemimpin adalah suami. Berikanlah kepercayaan dan dukungan kepada imam kita,” pesannya.

Untuk keseimbangan waktu antara keluarga, me time, dan pekerjaan, Indah tidak mempunyai aturan tertentu. Dia lebih bersifat spontanitas.

“Terkadang bila ingin berkumpul di akhir pekan bersama cucu, orang tuanya juga ingin bepergian. Jadi, kalau ada waktu di sore hari atau pagi sebelum beraktivitas, saya mampir untuk bermain dengan cucu. Sebagai pengobat rindu dan penyemangat,” tukasnya.

Di waktu senggang, sesekali Indah juga senang menonton film atau berkumpul dengan sahabat perempuannya. Silvy Riana Putri | Fikar Azmy & Dok. Pribadi

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Desember 2016

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here