INGRID KANSIL | Sejahterakan Umat

Alhamdulillah, representasi pengurus Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) sudah terbentuk di 34 provinsi 331 kota dan kabupaten hingga ke tingkat kecamatan dan pedesaan.

Secara struktural, saya mengimbau para pengurus IPEMI di daerah mencapai hingga ke pedesaan. Karena di level grass root itulah yang membutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak.

“Kami mendorong para pelaku IPEMI meningkatkan kualitas dalam menghasilkan produk-produknya, melakukan pendampingan secara kontinyu, seperti pemodalan, bekerja sama dengan perbankan dan stakeholders lainnya, serta membantu meningkatkan jaringan.

Muara ikhtiar kami adalah pemberdayaan muslimah di bidang ekonomi. Keanggotaan IPEMI sangat terbuka bagi wanita pengusaha senior, maupun bagi yang baru tertarik,” jelas perempuan yang melabuhkan pilihan politiknya di dalam Partai Demokrat tersebut.

Upayanya mengangkat harkat dan hajat hidup perempuan muslimah didorong oleh nilai tanggung jawab sebagai makhluk ciptaan Allah. Baginya, setiap langkah ataupun ucapan positif merupakan salah satu kebermanfaatan selama di dunia.

Dia meyakini setiap perbuatan baik akan diberi kemudahan jalannya oleh Allah. Oleh karena itu, dia tak ragu membidani lahirnya IPEMI dan setia membesarkan di tengah amanah dan peran lainnya sebagai seorang perempuan.

“Sekitar 70% hingga 80% pengusaha yang tergabung di IPEMI berada di skala industri rumahan. Oleh karena itu, salah satunya kami mengonsepkan usaha yang berlokasi di area kediaman.

Tujuannya agar para muslimah tetap dapat mengelola kegiatan di ranah domestik. Untuk Warung Muslimah, IPEMI membantu dalam pengisian bahan-bahan pokok.

Di sisi lain, kami membekali pelatihan rias wajah ke berbagai acara kepada para ibu untuk Salon Muslimah,” tandas perempuan kelahiran 9 November 1976 ini.

Warung Muslimah dan Salon Muslimah merupakan
salah satu program unggulan IPEMI.

Dia melanjutkan, “Baru-baru ini, kami meresmikan 30 Warung Muslimah di kecamatan Bekasi dan sebelumnya di Bandung. Senang rasanya melihat kesolidan pengurus IPEMI
di berbagai daerah yang telah terjun dunia bisnis lebih dulu merangkul para muslimah yang baru menjadi entrepreneur.

Bukan itu saja, kami juga banyak memperoleh dukungan dari pihak perbankan maupun pemerintah daerah setempat.”

Dalam Rakernas tahun ini, IPEMI juga meluncurkan Gerakan Nasional Indonesia Membangun yang bertujuan menggalakkan komitmen muslimah Indonesia agar dapat lebih berkontribusi dalam pembangunan nasional di berbagai aspek.

Harapan Ingrid ke depan, IPEMI ikut mendorong lahirnya sejumlah muslimah entrepreneur yang mumpuni.

Sekarang ini, persentase entrepreneur di Indonesia masih di angka 3%. Dia pun tak menutup mata dengan perekonomian Indonesia saat ini berlangsung sedikit melambat. Vyranputri | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi September 2017

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here