Srikandi BUMN | Ituk Herarindri Director of Airport Services & Facility PT Angkasa Pura II

Ituk Herarindri
Ituk Herarindri

Perwujudan Digital Airport

Bagi perempuan bernama lengkap Ituk Herarindri yang disebut meniti karier dalam konsepnya adalah harus benar-benar dari bawah. Bahkan, diawali saat masih TK, SMP, SMA, hingga tingkat universitas. Selain tekun belajar dan berprestasi, dia rajin berorganisasi maupun menjadi atlet renang, pelatih tari, dan karate. Director of Airport Services & Facility PT Angkasa Pura II ini, bahkan sebelum wisuda, dia sudah bekerja di Bank Niaga bagian Customer Service dan terlibat di berbagai kegiatan karyawan.

MENJAGA KESEIMBANGAN

Sebagai wanita pekerja yang hampir 30 tahun berkarier paling penting baginya adalah niat memberikan kebaikan dan bermanfaat untuk perusahaan yang dia pimpin, baik dari sisi keahlian maupun pengalaman bekerja. Ituk berusaha semaksimal mungkin, agar perusahaan dapat mencapai visi dan misi yang sudah ditentukan. Lalu, menjaga keseimbangan antara pekerjaan, karyawan maupun keluarga. Kalau semuanya seimbang dan berpikiran positif, berbagai tantangan maupun kendala yang dihadapi akan lebih mudah diatasi.

“Kemudian tak kalah penting, apapun yang saya kerjakan harus dipertanyakan apakah manfaatnya bagi banyak orang? Apalagi, saya bekerja untuk pelayanan publik. Setiap menghadapi kendala, saya dan tim di kantor selalu bersemangat mencari solusinya sambil mengambil pelajaran dan hikmah dari seluruh kejadian yang dialami. Kami pun harus bekerja dengan happy,” lanjut ibu berputri semata wayang ini berterus terang.

foto-yang-di-pakai

DIGITAL AIRPORT

Perempuan yang senang mengenakan batik Indonesia ini bertugas dan bertanggung jawab memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan dan penumpang pengguna 13 bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura (AP) II. Masyarakat Indonesia sudah lama menginginkan bisa memiliki bandara yang bagus seperti di luar negeri.

“Itulah sebabnya, Terminal 3 diwujudkan untuk masyarakat Indonesia. Namun, kami tetap kembali ke tujuan awal, yaitu menghadirkan sesuatu yang lebih baik dan bisa berbangga hati berhasil mewujudkan bandara besar nan megah dengan tidak meninggalkan kearifan lokal yang ada,” paparnya dengan serius.

Tantangan Ituk selanjutnya di tahun depan adalah mewujudkan digital airport. Semua fasilitas dan pelayanan mesti bisa diakses secara lengkap lewat gadget, seperti memesan taksi, makan, naik bus, mencari mushola, toilet dan lainnya. AP II juga akan mengandeng berbagai airlines, supaya saat masyarakat membutuhkan informasi atau menyampaikan keluhan bisa langsung ke menghubungi contact center AP II atau pihak airlines. 

Perempuan yang berprinsip kesuksesan tidak boleh dinikmati sendiri ini menambahkan, “Terkait program digital airport, kami sudah dalam taraf uji coba dan akan dimplementasikan segera kepada masyarakat. Sebagai pilot project pertama dilakukan di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, dilanjutkan ke terminal 2 dan 1, Bandara Kualanamu Medan dan di Palembang. Setelah itu, baru diterapkan ke bandara lainnya agar semakin banyak penumpang maupun pelanggan yang akhirnya bisa menikmati perubahan ini.” Elly Simanjuntak | Fikar Azmy & Dok. Pribadi

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Desember 2016

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here