Kiki Rizki | Grab ‘Penangkal’ Kemacetan

Kiki Rizki grab indonesia
Kiki Rizki grab indonesia

 

Grab memiliki kemampuan, teknologi, dan sumber daya manusia yang mumpuni untuk menyelesaian persoalan kemacetan yang dihadapi masyarakat.

Sejak diluncurkan pada tahun 2012, Grab yang awalnya bernama Grab Taxi terus berevolusi dari aplikasi sederhana untuk pemesanan taksi, menjadi salah satu perusahaan penyedia layanan transportasi darat terbesar di Asia Tenggara.

Saat ini, Grab memiliki lebih dari 200 ribu pengemudi dan aplikasinya telah diunduh lebih dari 11 juta orang. “Pada pertengahan tahun 2015 lalu, di seluruh Asia Tenggara Grab mencatat rata-rata pertumbuhan jumlah tumpangan sebesar 35% per bulan untuk layanan GrabCar dan 75% untuk layanan GrabBike,” ujar Country Head Manager Grab Indonesia.

Indonesia menjadi pasar yang penting bagi Grab, karena memiliki jumlah penduduk yang besar. Selain itu, ada banyak masalah terkait dengan transportasi di sini.

“Kota-kota besar di Tanah Air seperti Jakarta mengalami kemacetan yang luar biasa. Sementara, warga Jakarta membutuhkan waktu yang cepat untuk sampai ke tempat tujuan mereka.

Di sisi lain, Grab memiliki kemampuan, teknologi, dan sumber daya manusia yang mumpuni untuk menyelesaian persoalan kemacetan yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian solusi transportasi pun bisa teratasi dengan baik,” papar perempuan lulusan California State University, Fresno, ini dengan nada serius.

 

IMG_1864x

MENGUNTUNGKAN BANYAK PIHAK

Grab sendiri sudah ada di Tanah Air sejak pertengahan tahun 2014 dengan flagship yang pertama berupa taksi. Setelah satu tahun baru pada bulan Mei 2015 diluncurkan GrabBike, karena Jakarta termasuk kota termacet nomor satu di dunia.

Kiki menerangkan, “Berdasarkan data tim R&D kami solusinya adalah transportasi motor. GrabBike pertama kali ditawarkan masuk ke Vietnam bulan November 2014 dan merupakan aplikasi pertama di dunia yang menggunakan moda transportasi motor.

Kami belum berani masuk ke Indonesia, karena butuh waktu untuk adaptasi dan mengenal market-nya terlebih dahulu.”

Aplikasi ini membantu driver dan biker bekerja lebih efisien dan ekfektif, pulang maupun pergi bisa mendapat penumpang, sehingga menguntungkan kedua belah pihak. GrabBike baru ada di Jabodetabek dahulu dan tetap akan melakukan ekspansi di 2016, karena perusahan ini memiliki target ingin menyaingi kompetitor dan berusaha mendapatkan market share sebanyak 50%.

Dia berkata, “Saya pun turut merasa bahagia saat mendengar success story para driver maupun biker Grab. Sejak bergabung dengan kami, minimal penghasilan mereka meningkat sebanyak 35%. Rasanya senang sekali bisa membantu kehidupan para partner dan mitra bisnis kami.” Elly Simanjuntak | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Februari 2016

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here