Lady Diana Sang Inspirator Beramal

“Saya  ingin menjadi seorang ratu di hati setiap orang.”

cover bazaar

Penampilan Lady Diana selalu fashionable, elegan, dan kerap meninggalkan kesan glamor telah lama menjadi  perhatian seluruh dunia. Hingga kini sudah hampir 20 tahun kematian Putri Diana berlalu, namun banyak orang masih mengaguminya.

Sosoknya sebagai putri berhati mulia, penyayang, sekaligus rendah hati berhasil membuat banyak orang jatuh cinta. Sebagai ikon fashion dunia dia senang mengenakan berbagai busana karya perancang terkenal. Usai kematiannya,  dia tetap menjadi magnet kuat dalam mendatangkan sejumlah uang besar untuk beramal. Gaun-gaun indah milik  perempuan yang biasa disapa Lady Di ini semasa hidupnya telah lama menjadi sumber penggalangan dana.

Belum lama ini, busana karya Atelier Versace dilelang dan berhasil dijual seharga US$ 200.000. Inilah gaun yang pernah dipakai oleh Lady Diana, busana tanpa lengan biru muda dengan apllikasi payet dan batu mulia. Dia  mengenakannya saat menjadi cover Harper’s Bazaar Inggris edisi khusus untuk mengenang Putri Diana.  Ketika itu, Putri Diana difoto oleh Patrick Demarchelier pada tahun 1991.

Gaun tersebut dilelang oleh balai lelang Julien’s Auctions, setelah digantung di dalam arsip Versace dengan label Lady Di  yang ditempelkan pada gantungan busana tersebut.

Ini merupakan gaun pertama yang dirancang sendiri oleh Gianni Versace untuk sang putri. Lady Di sendiri diketahui menyukai busana-busana koleksi Atelier Versace dan beberapa kali terlihat tampil dalam balutan gaun milik rumah mode tersebut.

slide_286711_2229273_free

GAUN LAINNYA

Sebelumnya sekitar dua tahun lalu, sebanyak 10  gaun-gaun indah milik Lady Diana juga sempat dilelang. Dari 10 gaun tersebut terdapat satu  gaun paling ikonik, yaitu busana yang dia kenakan  saat berdansa dengan John Travolta di Gedung Putih pada tahun 1985. Gaun berbahan velvet rancangan Victor Edelstein ini merupakan baju paling populer yang pernah dipakainya  dan berhasil dilelang dengan nilai £300 ribu.

Gaun lainnya yang  dilelang adalah rancangan Catherine Walker berwarna pink dan pernah dipakai saat dia mengunjungi India tahun 1992.  Delapan gaun lainnya di antaranya merupakan karya rancangan Victor Edelstein, Bruce Oldfield, dan Zandra Rhodes. Seluruh busana tersebut  dilelang di rumah lelang ternama Kerry Taylor Auction.

Melelang gaun bukan hal yang baru untuk Lady Di. Saat masih hidup, sang putri kerap melakukan penggalangan dana dengan menjual busananya. Beberapa waktu sebelum meninggal karena kecelakaan di Paris, dia sempat megumpulkan dana hampir £2 juta dengan melelang 70 gaun couture di rumah lelang Christie, New York. “Inspirasi pada penjualan ini datang dari satu orang: putra kami William,” tulis Diana dalam katalog lelang gaun-gaunnya tersebut pada 1997.

 slide_286711_2229272_freeHATI YANG MULIA

Lady Diana dikenal merupakan salah satu tokoh dunia yang memiliki hati mulia. Semasa hidupnya dia menunjukkan sikap ‘memberontak’, bahkan berani menentang aturan protokol kerajaaan saat melakukan amal. Dia juga menjadi tokoh  terkemuka yang  pertama kali sukarela membantu korban HIV/AIDS. Dirinya sukses mengubah stigma masyarakat dunia terhadap penerimaan pengidap HIV/AIDS. Dia menjelaskan,  “HIV tidak berbahaya.  Kita  dapat berjabat tangan dan mereka membutuhkan pelukan hangat dari banyak orang.”

Lady Di memiliki sentuhan yang sangat ramah dan merasa sangat nyaman bertemu banyak orang dengan latar belakang berbeda, mekipun mereka adalah orang-orang sakit parah.  Para pasien yang bertemu dengannya akan merasa senang, mempunyai semangat tinggi, bahagia, sekaligus merasakan simpati yang tulus dari dirinya. Sepertinya, dia memiliki sentuhan kasih sayang dan penderitaan yang dialami banyak orang secara alami.

slide_286711_2229270_free Tidak sedikit media menggambarkannya sebagai perempuan bersemangat tinggi, tabah, dan selalu berpikir positif. Dia dengan senang hati meminjamkan namanya untuk berbagai ajang kampanye HIV/ AIDS, penghapusan ranjau darah, dan berbagai aktivitas amal lainnya. Dukungan Lady Di terbukti berhasil dengan  keluarnya perjanjian beberapa negara yang membuat larangan penggunaan anti-ranjau.

Diana meninggal pada kecelakaan pada Agustus 1997 di Paris. Kini hampir 20 tahun setelah kepergiannya banyak orang masih tetap menempatkan sosoknya di hati mereka. Ada satu quote yang masih diingat banyak orang: I would like to be a queen in the hearts of the people.” Dan, ternyata gaung kebaikan hati Putri Diana terus menjalar hingga sekarang ini, bahkan akan tetap terekam sepanjang masa. (Aryani Indrastati/dari berbagai sumber) Foto: Istimewa

 

 

 

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here