Magnet Ethiopia

 

Apakah yang terpikir dalam benak Anda ketika mendengar negara bernama Ethiopia yang terletak di Benua Afrika? Gersang, panas, dan bukan tempat yang nyaman untuk berlibur?

Jika itu yang ada dalam benak Anda, sepertinya pemikiran tersebut perlu dienyahkan segera! Karena European Council on Tourism and Trade (ECTT) dalam rapatnya di Bucharest, Rumania, beberapa waktu lalu sepakat memutuskan Etiopia sebagai “World’s Best Tourist Destination 2015” menyisihkan 30 ‘kandidat’ lainnya.

Kenapa Ethiopia? Presiden European Council on Tourism and Trade Anton Caragea tak membantah bahwa pilihan pada Ethiopia tentu melalui berbagai pertimbangan dan alasan.

Selain karena upaya preservasi landmark bersejarah di sana tergolong berhasil, juga karena banyaknya situs sejarah dan budaya, sekaligus negeri yang pas untuk wisata adventure maupun safari.

Di sisi lain, negeri ini sukses menerapkan pariwisata yang bersahabat dengan turis, lingkungan, dan kemampuan mengentaskan kemiskinan melalui sektor pariwisata.

Memang, catatan dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Ethiopia menyebutkan bahwa jumlah wisatawan berkunjung ke sana meningkat sebanyak 10% selama satu dekade terakhir.

Wisatawan tertarik dengan kesuburan taman nasional, situs arkeologi yang berumur 3000 tahun, dan sembilan situs warisan dunia UNESCO. Mari kita tengok ‘magnet’ wisata negeri yang pernah mengalami kelaparan ini:

 

Foto221

 

Taman Nasional Simien

Nama Semien diambil sebagai Taman Nasional, karena dalam bahasa setempat berarti utara, dan kebetulan hutan ini terletak di utara zona Gondar. Wilayah Simien Mountain National Park mencakup pegunungan Simien termasuk Ras Dashan, tempat tertinggi di Ethiopia.

Simien Mountain National Park merupakan tempat perlindingan Serigala Ethiopia, Walia Ibex, dan lebih dari 50 spesies burung, baboon Gelada maupun Caracal. Itulah sebabnya Simien masuk dalam Daftar Warisan Dunia pada tahun 1978.

Simien sendiri adalah daerah yang dulunya dilanda erosi besar-besaran selama bertahun-tahun. Akibat erosi tersebut membuahkan pemandangan yang tidak biasa dan paling spektakuler dengan puncak gunung bergerigi, lembah, tebing tajam dan curam dengan kedalaman sekitar 1500 meter.

Lalibela-Ethiopia

Gereja St. George

Gereja ini memiliki keunikan tersendiri, karena terbuat dari batu yang dipahat dan letak atapnya tepat di atas permukaan tanah di kota kecil Lalibela, Ethiopia.

Karena, tidak dibangun menjulang, namun digali di kedalaman tanah dengan menciptakan terlebih dahulu sebuah parit lebar dan memahat keempat sisi batu dengan ketinggian 40 meter. Alhasil, gereja ini tampak seperti berada di dalam tanah.

 

ET08 - 0366 Blue Nile Falls

Blue Nile Falls
Blue Nile Falls terletak di hulu Sungai Nil, sekitar 30 km di hilir dari kota Bahir Dar dan Danau Tana. Air terjun ini bahkan dianggap sebagai salah satu tempat wisata terbaik di Ethiopia dan dikenal dengan sebutan Tis Abay yang berarti air merokok. Air yang jatuh dari Blue Nile Falls ini sekitar 37-45 meter ke tanah.

Kawah vulkanik Erta Ale

Kawah Vulkanik Erta Ale

Gunung Erta Ale terletak di Provinsi Afar, Ethiopia, yang sebenarnya sangat tandus. Tapi, yang membuat gunung ini banyak dikunjungi wisatawan adalah karena keindahannya begitu eksotis sebagai gunung berapi yang tak pernah ‘lelah’ meletus sejak abad 20 hingga kini.

Kalangan pengamat geografi, menggolongkannya sebagai gunung vulkanik basal. Karena gunung ini dikelilingi daerah dengan ketinggiannya di bawah laut.

Itulah sebabnya, Erta Ale adalah gunung berapi terendah di dunia memiliki ketinggian 613 meter dari permukaan laut dengan danau-danau lava di puncaknya yang terlihat indah saat tumpah dari gunung.

Danau lava tersebut juga merupakan danau tua dan menjadi fenomena alam paling langka, karena di dunia hanya ada lima danau sejenis itu. Sahrudi | Istimewa

 

Untuk mendapatkan artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi November 2015

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here