Membangun Kembali Sekolah di Indonesia

TK Agape Indah Manado

 

Pendidikan adalah pintu yang membentuk karakter dan kebermanfaatan seseorang. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal sangat diperhitungkan keberadaan dan kelayakannya. Buah pemikiran ini yang mendasari terbentuknya Happy Hearts Fund. Organisasi non profit untuk pendidikan di seluruh dunia. Baru-baru ini, Women’s Obsession berkesempatan mewawancarai CEO Happy Hearts Fund untuk Indonesia, Sylvia Beiwinkler.

Sylvia Beiwinkler, CEO Happy Heart Foundation IndonesiaWomen’s Obsession (WO): Bisa ceritakan sejarah terbentuknya Happy Hearts Fund?
Sylvia Beiwinkler (SB): Ini terbentuk berawal dari kepedulian supermodel, Petra Nemcova, untuk membangun kembali sekolah-sekolah yang terkena dampak tsunami Samudra Hindia pada akhir Desember 2014. Kebetulan, ketika itu Petra berada di Thailand dan menjadi salah satu korban bencana tersebut. Setelah memulihkan kondisi kesehatannya, di awal tahun 2005, dia tergerak membentuk Happy Hearts Fund (HHF). Pada tahun 2006, HHF sudah mengantongi izin resmi sebagai organisasi non profit. Baru di tahun 2013, Happy Hearts Fund hadir di Indonesia (HHFI). Mengingat kondisi geografis negara ini memiliki variasi dan intesitas bencana alam yang tinggi.
HHFI tidak hanya membangun kembali sekolah yang terkena dampak bencana, tetapi juga sekolah yang membutuhkan bantuan. Selain merekontruksi sekolah, HHFI turut memberikan berbagai fasilitas berupa buku pelajaran, komputer, mainan edukasi, dan taman bermain untuk kanak-kanak. Cakupan sekolah yang HHFI bangun kembali mulai dari jenjang PAUD hingga SMP.
Sejak terbentuk, HHF sudah membangun 107 sekolah di 9 negara di seluruh dunia, termasuk Thailand, Chili, Peru, Meksiko, Haiti, dan Indonesia. Sementara HHFI stelah mendirikan 75 sekolah, lalu menargetkan pembangunan kembali 15 sekolah setiap tahunnya di sini.

Untuk mendapatkan artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi September 2015

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here