Neneng Hasanah Yasin | Bupati Bekasi

Neneng Hasanah Yasin merupakan sosok fenomenal. dIa mengukir sejarah baru di Kabupaten Bekasi sebagai wanita pertama yang menjabat sebagai bupati dua kali periode berturut-turut.

 

Golkar sebagai partai politik (parpol) tertua di Indonesia menghasilkan banyak kader jempolan dan menempati posisi strategis di berbagai lembaga tinggi negara. Salah seorang kader tersebut adalah Neneng Hasanah Yasin.

Sejak remaja, wanita asal Karawang ini telah aktif berorganisasi. Dia pernah mengemban jabatan, antara lain Ketua Pengurus Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Kabupaten Bekasi, Bendahara KONI Kabupaten Bekasi, dan Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jabar.

Pada Pemilu 2009 Neneng ditunjuk oleh Partai Golkar sebagai calon anggota DPRD Jabar. Peluang emas itu tak disia-siakannya dan membuahkan hasil manis terpilih sebagai anggota DPRD periode 2009-2014.

Di tengah-tengah menjalankan tugasnya, dia dicalonkan oleh Partai Golkar untuk maju di Pilkada Kabupaten Bekasi tahun 2012-2017. Neneng-Mintareja memperoleh 442.857 suara atau sekitar 41,0% mengungguli kandidat petahana Sa’duddin-Jamalulail 331.638 suara (30,75%), dan Darip Mulyana-Jejen Sayuti 304.108 (28,19%).

Untuk mewujudkan Bekasi kota maju Neneng mempermudah perizinan investasi. Salah satu kegiatan kegemarannya adalah blusukan ke desa-desa untuk mengecek pelaksanaan program-program pemerintah.

Di antaranya pengobatan gratis, sekolah gratis, bantuan rumah untuk warga miskin, pembangunan jalan, jembatan, irigasi, dan lain sebagainya. Wanita kelahiran 23 Juli 1980 ini juga aktif mempromosikan Bekasi sebagai salah satu daerah investasi yang potensial.

Mengingat daerah tersebut memiliki sejumlah kawasan yang cocok untuk investasi di bidang industri motor, mobil, pertanian, perikanan, perdagangan, restoran, dan lain sebagainya.

Geliat investasi di Bekasi terus meningkat setiap tahun. Pada 2016, nilai investasi mencapai Rp43,7 triliun. Perolehan investasi ini jauh lebih tinggi dari tahun 2015 sebesar Rp35, 1 triliun.

Jumlah investasi 2016 terdiri atas 5.058 proyek berbagai skala dan didominasi para investor asing, yakni Rp 33,6 triliun. Di bawah kepemimpinan ibu dua anak ini, Bekasi meraih sejumlah prestasi.

Antara lain pada 2016 menerima penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jabar. WTP merupakan pencapaian tertinggi dalam laporan keuangan pemerintah daerah di Indonesia. Bekasi juga meraih penghargaan Adipura karena dinilai berhasil meningkatkan kinerja dalam pengelolaan lingkungan perkotaan tahun 2015-2016.

Pada tahun 2016, Neneng terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi. Berbagai prestasi yang diraihnya saat menjadi Bupati Bekasi menjadi modal penting bagi Neneng untuk mengikuti Pilkada Kabupaten Bekasi 2017. Pilkada tersebut diikuti lima pasangan calon. Kali ini Neneng menggaet Eka Supria Atmaja. Pasangan ini meraih suara tertinggi, yakni 471.585 suara atau 39.28%. Dengan demikian Neneng-Eka terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bekasi periode 2017-2022. Popi Rahim | Istimewa

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi April 2017

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here