IUGS 2018 Terus Memperkuat Keindonesiaan 

Indonesia Ultimate Golf Series (IUGS) 2018 kian memperkuat komitmen keindonesiaan-nya dari turnamen setahun silam. Kompetisi kali ini dihelat di 11 lapangan golf terbaik di lima wilayah Indonesia, agar lebih banyak merangkul pegolf amatif di berbagai daerah. Selaras pula dengan tujuan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk memperluas daya tarik wisata dari berbagai aktivitas, termasuk di dalamnya olahraga seperti golf.

“Saya mengharapkan Indonesia Ultimate Golf Series menjadi platform turnamen pegolf amatir yang berkontribusi mengembalikan olahraga golf di masa kejayaannya. Turnamen ini juga ikut membuka pintu baru bagi destinasi wisata di daerah tempat kita bermain golf. Jadi, kami berperan sebagai hub antar pegolf amatir dan jembatan antara pemerintah pusat serta daerah dalam aspek wisata.

Golf termasuk jenis olahraga yang menciptakan pengalaman yang menyenangkan. Berbeda dengan basket, tenis, ataupun bulu tangkis yang menggunakan format lapangan yang sama. Sementara masing-masing lapangan golf memiliki keunikan tersendiri dari segi topografinya, sehingga lebih menantang untuk kita taklukkan dengan berbagai strategi permainan. Indonesia adalah surga bagi para pegolf, karena dari Sabang sampai Merauke memiliki lapangan golf,” jelas Cahaya Oktora Marpaung Founder IUGS.

Turnamaen IUGS 2018 menerapkan format individual stroke dengan handicap sistem. Dimainkan pula dengan aturan golf yang disetujui oleh R&A Rules Limited. Terbuka untuk semua pegolf amatir yang memiliki handicap maksimal 24 untuk pria dan 27 untuk wanita.

Pada tahun ini, hadiah bagi dua pemain terbaik adalah New Zealand Golf Trip. Syarat untuk maju ke babak final adalah berada di posisi 30 besar. Kualifikasi pertama dilakukan selama April hingga Juni 2018. Untuk babak kedua dimulai Juli sampai September 2018. Putaran final akan dihelat pada November 2018 di Bali National Golf Club.

Kualifikasi pertama telah dihelat di Klub Golf Bogor Raya. Terbagi menjadi tiga divisi, yaitu A, B & C. Hasilnya pun cukup menggembirakan sebagai pembuka turnamen. Di divisi A, Best Net 1 M.Ridwan, Best Net 2 Thamrin, dan Best Net 3 Edwin Abeng. Pada grup B, Best Net 1 Gideon, Best Net 2 Rully, Best Net 3 Sogo M. Sementara itu, di kelompok C Best Net 1 Roy, Best Net 2 Ari, Best Net 3 Mahyuda.

Hadir pula di pembukaan turnamen pemenang IUGS 2017 Sulaiman. Pegolf amatir asal Palembang ini sudah hampir tiga dekade bermain golf. Dia pun mengungkapkan konsistensinya dalam golf adalah tak lepas dari latihan. Bila belum ada waktu turun ke lapangan hijau, setiap hari dia melakukan diving sebanyak 200-300.

Selain mengisahkan pengalamannya di golf, dia pun berbagi kisah perjalanan dan bermain di Royal Birkdale Golf Club, Inggris. Dia menuturkan apresiasi terhadap komitmen IUGS. “Hampir 30 tahun saya bermain golf dan mengikuti aneka turnamen di dalam maupun luar negeri, IUGS terbukti menepati janji dan pelayanannya sangat mendukung kepada pegolf amatir. Kami juga bisa semakin menambah koneksi dan melatih nilai kejujuran saat bermain,” Sulaiman berkisah. Silvy | Sutanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here