Pastis Kitchen & Bar | Mempertahankan Italian Food

Sejak awal berdiri Pastis Kitchen & Bar yang terletak di Aston Kuningan Suites memang sudah ‘jatuh cinta’ fokus menawarkan sajian bernuansa Italia kepada para tamu.

Seiring berjalannya waktu, dua tahun kemudian  menu Indonesia mulai disajikan dan konsep makanan pun mengarah ke fusion food.

Lalu, empat tahun  kemudian kembali konsentrasi ke Italian food, namun masih tidak bisa melepaskan menu Indonesia. “Ketika masuk ke restoran ini, saya tertantang untuk mengembalikan lagi ke konsep semula, namun tidak mau setengah-setengah.

Para pengunjung datang ke sini lebih karena rindu mencari makanan otentik Italia. Itulah sebabnya, dari mie, pasta, spaghetti, pizza, sampai roti semua dibuat sendiri, tanpa bahan pengawet maupun pewarna buatan, karena tema masakan kami adalah back to nature,” ujar Executive  Chef Pastis Kitchen & Bar Ghofur Basoeky.

Spaghetti Al Nero

 

Spageti di sini juga ada yang tidak mengandung telur namanya oricette untuk mereka yang memang sengaja menghindari telur. Agar mendapatkan warna kuning natural, dia mengambilnya dari kuning telur, sementara hijau berasal dari bayam, tinta cumi untuk warna hitam dan tomat memberikan nuansa merah pada spaghetti.

Ghofur melanjutkan, “Kami selalu memakai kerang yang fresh, paling lama dua hari stok kerang harus dihabiskan dan diganti dengan yang baru. Tamu-tamu kami tidak boleh dikecewakan, agar mereka tetap mau kembali ke sini lagi.”

Sote De Cozze_low

Salah satu menu yang menarik dicoba adalah Sote de Cozze yang cangkang kerang hijaunya sengaja tidak dibuang agar lebih seru dinikmatinya. Dipadu tomat dan shrimpe bisque, gurihnya kerang semakin terasa dan cocok dimakan, sebelum menyantap main course.

Dilanjutkan dengan menu utama Canelloni Ricota Con Pomodoro Sauce,  lidah pun tak sabar ingin menghabiskan  pasta yang  diberi campuran bayam dan keju ini. Perpaduannya tak membuat cepat kenyang, namun ingin menghabiskannya segera. Makanan tersebut adalah Special Day Menu yang akan menjadi  hidangan baru untuk para tamu.

 

Rolled Dory

Selain itu, patut dicoba adalah Rolled Dorry dan Tortellini Oxtail.  Ikan dorry dipanggang  sepuluh menit  diberi sentuhan batang daun bawang, kemangi, dan seledri, kemudian disantap bersama saus campuran dari butter, black olive, bawang putih, tomat, dan jeruk lemon.

“Perpaduan semuanya akan terasa harmonis dan seimbang saat dimakan bersama kentang. Saya sengaja tidak memberi pepper di sini, agar tidak ‘tabrakan’ rasanya.

Kelezatan asli rasa ikan inilah yang ingin saya tonjolkan, sayang kalau yang terasa lebih kuat malah ladanya,” lanjut pria yang senang jika makanan buatannya habis dilahap para tamu ini.

Sementara, agar terlihat tidak biasa, oxtail yang biasanya masuk dalam menu nasi goreng atau sup, Ghofur malah memanfaatkannya sebagai pasta Tortellini Oxtail.

Dia menambahkan, “Atau bisa juga mencicipi Spaghetti  Al  Nero yang diberi udang. Namun, kami sengaja tak ada keju sama sekali, karena ini hukumnya ’haram’ bagi orang Italia yang sangat mempertahankan rasa original. Asin seafood dipadankan asin keju memang tidak akan pernah cocok.”

 

comelcreme brulee

 

Sebagai dessert, Pastis Kitchen & Bar tetap mempertahankan  Chocholate Melt dan Chocholate Crème Brulee sebagai penutup. Kedua menu tersebut menjadi andalan restoran bergaya klasik ala Prancis Mediterania yang memiliki dua area beratmosfer beda ini, yaitu  dining dan lounge.

Dengan minuman Cucumber Lime atau Cosmiccandy (vodka infuse candy), rasanya suasana makan pun bertambah ceria dan jadi tidak ingin cepat pulang. Elly SimanjuntakDok. Pastis

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here