Peraturan Unik Perusahaan Terkenal

Tourist girl sitting on a suitcase with a ticket in her hand

Ambil vacation kapan saja Anda mau. Liburlah sesuka hati. Kami tidak akan mengecek berapa lama Anda pergi berlibur.”

Setiap peraturan atau kebijakan yang diterapkan di perusahan bagi para karyawan, tentu memiliki tujuan untuk mendapatkan output yang baik dari kinerja mereka. Umumnya, setiap perusahaan menerapkan kebijakan yang konservatif misalnya, menerapkan sistem kerja nine to five, tidak boleh bolos, dan tidak boleh bekerja seenaknya. Namun ternyata, beberapa perusahaan di sejumlah negara, bahkan yang sekelas dunia, menerapkan rules kerja cukup unik, bahkan nyeleneh. Peraturannya kerap bertolak belakang dengan gaya konvensional selama ini. Setidaknya, ada tujuh perusahaan dunia yang pernah mengeluarkan peraturan tidak biasa tersebut.

 

virgin group3

 1. Virgin Group

Di perusahaan milik miliuner Richard Branson, mempersilakan karyawannya untuk bisa libur kapan saja. Mau sehari, dua hari, dengan waktu tak terbatas. Tetapi, mereka yang mendapatkan jatah liburan seperti ini, hanya untuk pegawai yang bekerja di kantor pusat Virgin di New York, London, Jenewa, atau Sydney. “Ambil vacation kapan saja Anda mau. Liburlah sesuka hati. Kami tidak akan mengecek berapa lama Anda pergi berlibur, ” ungkap Richard seperti dilansir dari CNN, beberapa waktu lalu. Alasan Richard menerapkan aturan ini, karena dia terinspirasi dari Netflix, sebuah perusahaan teknologi yang memberikan liburan bebas kepada para pegawainya.

 

Teléfonos de México (Telmex)2  2.  Teléfonos de México (Telmex)

Sejumlah perusahaan milik miliuner Meksiko, Carlos Slim Helu, mewajibkan para karyawannya bekerja hanya 3 hari seminggu, namun mereka harus bekerja selama 11 jam. Selain itu, dia juga memperpanjang masa kerja sampai umur 70 atau 75 tahun. Menurutnya, dengan tiga hari kerja, seseorang akan punya waktu lebih banyak untuk bersantai dan meningkatkan kualitas hidup. Perusahaan miliknya yang menerapkan aturannya tersebut adalah Telefonos de Mexico, Telcel, dan America M¢vil.

 

 

3. Tiens Group

tiens2Li Jinyuan yang berusia 57 tahun ini adalah pendiri Tiens Group, sebuah kelompok usaha di bidang bioteknologi, manajemen kesehatan, e-commerce, hotel, dan pariwisata. Pengusaha asal Tiongkok ini dikenal sangat dekat dan selalu memanjakan para karyawannya. Kebijakan paling menghebohkan adalah tahun ini dia mengajak sekitar 6400 stafnya berlibur selama empat hari di Prancis. Dia pun harus rela merogoh kocek hingga 33 juta Euro dalam perjalanannya kali ini.

 

 

4. Kyungshin Lear Honduras Electrical Distribution Systems

Belum lama ini diinformasikan sebuah perusahaan asal Korsel dan Amerika Serikat yang berada di Honduras, Kyungshin Lear Honduras Electrical Distribution Systems, mewajibkan para pekerjanya memakai popok, karena pihak perusahaan tidak memberikan izin untuk pergi ke kamar mandi. Alasan itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Belakangan, kebijakan tersebut dikecam serikat buruh dan mantan karyawannya. Namun, juru bicara Kyungshin Lear Honduras Electrical Distribution Systems, Edgardo Dumas, menolak semua tuduhan mantan karyawannya.

 

5. Perusahaan di Jepang

Survei National Sleep Foundation yang menunjukkan orang Jepang tidur rata-rata enam jam sehari, ternyata menjadi inspirasi bagi sejumlah perusahaan di Jepang untuk mendorong karyawannya tidur siang di kantor. Mereka diberikan kebebasan untuk tidur selama 30 menit. Seperti dikutip BBC, pemberlakuan tidur siang itu diyakini mampu meningkatkan kinerja karyawan Jepang dengan etos kerja tinggi. Ternyata, pemerintah setempat juga mendukung kegiatan tidur siang tersebut. Sampai-sampai harus dikeluarkan keputusan pemerintah mengenai panduan tentang pentingnya tidur.

 

Hime & Company6. Hime & Company

Anda patah hati? Silakan ucapkan shitsuren kyuka! Maka Anda berhak mendapatkan cuti dari kantor! Ya, shitsuren kyuka itu berarti ‘cuti patah hati’. Menurut Miki Hiradate, CEO Hime & Company, perusahaan marketing yang semua karyawannya perempuan ini, cuti patah hati diberikan sebagai sesuatu ‘kejadian’ cukup serius. Menurut Miki, kalau orang bekerja dalam kondisi patah hati, maka akan menambah buruk hasil pekerjaan dan mengganggu mood karyawan lainnya.

(Sahrudi) Foto: Istimewa

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here