Perlukah Tax Amnesty?

Banyak dari kita masih bertanya-tanya mengenai tax amnesty yang sedang marak diperbincangkan. Pada awalnya, mayoritas masyarakat menduga bahwa tax amnesty hanya diperuntukkan untuk penyimpan dana di luar negeri saja.

Oleh karena itu, tidak terlalu banyak masyarakat yang ikut serta dalam tahapan awal sosialisasi tax amnesty.

Program pengampunan pajak dari pemerintah ini memberikan jaminan, ketika mengikuti program ini asal-usul harta tidak akan diperiksa oleh aparat pajak.

Lahirnya program ini didorong oleh situasi Indonesia yang akan memasuki era automatic exchange of information. Jadi, mengurangi celah mengelak dari kewajiban membayar pajak. Inilah saatnya melakukan penebusan dosa pajak.

Siapa saja yang bisa mengikuti tax amnesty?

Masyarakat yang memiliki NPWP dan belum melaporkan hartanya dalam SPT tahunan PPH tahun sebelumnya.

Atau bagi mereka yang belum mempunyai NPWP, tetapi sudah ada penghasilan di atas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) dan memiliki harta.

Untuk perusahaan, bagi yang belum melaporkan hartanya dalam SPT tahunan PPH tahun sebelumnya.

Amnesti Pajak (4)

 

Berapakah uang tebusan yang harus dibayarkan? Ada tiga periode pembayaran.

Jika Anda menyetor di antara bulan Juli-September 2016, maka tebusannya adalah 2%. Oktober-Desember 2016, tebusannya 3%.

Dan Januari-Maret 2017 tebusannya menjadi 5%. Persentase tersebut dihitung dari harta yang telah dikurangi oleh utang.

Perlu diketahui bersama adalah tax amnesty hak wajib pajak, bukan kewajiban. Contohnya, bagi wajib pajak yang berpenghasilan di bawah PTKP, meskipun memiliki harta atau seorang pensiunan yang hidup dari uang pensiunnya.

Pertanyaan pun muncul, jadi sebaiknya mengikuti tax amnesty atau hanya pembetulan pajak saja?

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi September 2016

 

Rubrik ini diasuh oleh Farah Dini Novita, BA (Hons), RFA, CFP

img_07361

 

Perempuan lulusan The University of Nottingham, Malaysia ini adalah Vice CEO dan senior konsultan keuangan independen Janus Financial, perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan keuangan individu dan bisnis.

Farah memiliki misi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam merencanakan keuangan sejak dini.

Dia juga mempunyai blog khusus perencanaan keuangan dari 2010, www.fin-chick-up.com yang empat tahun kemudian dijadikan sebuah buku berjudul FINCHICKUP: Financial Check Up For Ladies.

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here