Pesona Milan Design Week 2015

 

 

Tak hanya terkenal sebagai kota mode, Milan juga menjadi tempat kiblatnya  industri furniture dan desain interior dunia. Memang kota ini adalah tempatnya para seniman ternama berkumpul dan berunjuk karya.

Salah satu acara akbar yang paling ditunggu-tunggu para desainer dan penikmat industri kreatif adalah Salone del Mobile atau Milan Design Week.

Ajang pameran tahunan yang sudah dimulai dari tahun 1961 ini berlangsung meriah beberapa waktu lalu dan tersebar di beberapa titik kota.

Ada sekitar 2106 exhibitor–termasuk brand ternama dunia–ikut berpartisipasi diramaikan dengan 700 desainer muda yang tak mau kalah turut unjuk gigi. Seiring dengan berjalannya waktu dan melewati proses kurasi yang ketat, Milan Design Week pun kemudian berkembang menjadi arena pameran semua bidang desain, termasuk fashion yang kemudian menjadi patokan trend ke depannya.

Para desainer berbakat dari seluruh dunia selalu bersemangat menyaksikan beragam trend desain terbaru di Milan Design Week, sekaligus sebagai tempat berdiskusi maupun membedah karya-karya fenomenal.

Begitupun para penikmat dan pecinta dunia desain yang selalu haus akan karya produk terkini dan telah menjadi bagian lifestyle masa kini. Ide-ide segar ataupun karya kreatif menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu banyak orang.

Dari beragam furniture menarik, lampu stylish aneka desain, wallpaper menggoda, karpet dan permadai menawan, edukasi seni desain maupun pertunjukan seni ditampilkan.

Sejumlah industri dan manufaktur produk interior maupun home accessories saling berlomba memamerkan produk teranyar, apalagi dikemas dalam instalasi yang mencuri perhatian.

Tentu saja ada karya yang tak mementingkan aspek fungsional, biasa-biasa saja, sulit dimengerti, maupun meninggalkan aturan-aturan main selera umum.

Desain pun tampaknya kian menjadi abstrak, seakan ingin menyatakan jika produk bukan lagi masalah komoditas yang harus dikonsumsi layaknya produk massal biasa. Inovasi dan pemikiran para desainer kini tak lagi  sekadar membuat barang bagus semata.

Mereka semakin sensitif terhadap masalah sosial, lebih tertarik menciptakan sistem industri sendiri, dan jauh lebih sentimentil dari masa-masa sebelumnya. Karya-karya yang dekat dengan alam, multi fungsi, fenomenal, eksentrik, futuristic, bahkan nyeleneh tampak lebih mendapatkan perhatian khusus.

Milan Design Week tahun ini juga menunjukkan ada begitu banyak bakat-bakat muda yang luar biasa. Jika awal tahun 2000 hanya ada beberapa top desainer menjadi pusat perhatian, lama-kelamaan para pengunjung tak hanya kebanjiran produk, tapi juga  over-supply desainer.

17147435061_6fea7c0440_o 5

Dari halaman the Rho sampai area urban exhibiton, majestic pallazos, dan jendela butik fashion ternama, berbagai desain dihadirkan sebagai trend untuk setahun ke depan.

Seperti karya Wingback Chair Tom Dixon, desainer asal Inggris ini menawarkan nuansa biru yang kuat dalam kemasan bahan Kvadrat. Koleksinya terdiri atas kursi tamu, kursi makan, sofa, maupun dipan nan unik.

Begitupun  dengan lampu-lampu bergaya bak liontin tampak menggugah perhatian ketika  bergoyang memantulkan efek bayangan tersendiri.

Tak kalah menarik Marcel Wanders, co-founder Moooi terlihat mengambil inspirasi dari pelukis Piet Mondrian saat menciptakan Charles Chair.

Sebagian dari koleksi 2015, seperti bantal kursi terbungkus dalam warna-warna primer yang kuat. Moooi juga mengeluarkan aneka koleksi karpet maupun permadani berdesain photo-realistic, termasuk karpet tenun jacquard dalam gudang yang luas di Via Savona. Koleksinya  ada yang disebar di lantai dengan indahnya dan ada pula  yang tergantung indah menjadi hiasan dekoratif.

Metode, kesederhanaan gaya, dan kecerdasan untuk memperbaharui karya menjadi keunggulan kreativitas MDF Italia. Tak heran jika MDF Italia masuk dalam jajaran top exhibitor pada Milan Design Week 2015.

Sementara, Boca do Lobo termasuk salah satu 10 merek furnitur termewah yang dinanti para pengunjung berkat keanggunan dan kemurnian desainnya. Karya teranyar kolaborasi  desainer bergengsi seperti Ronan & Erwan Bouroullec, Piero Lissoni, Tokujin Yoshioka, dan Patricia Urquiola akan memperkaya wawasan para tamu akan perkembangan dunia desain masa kini.

Brand fashion ternama pun tak mau kalah ikut berpartisipasi. Instalasi  inspiratif dari Louis Vuitton bertema Objets Nomades, berkolaborasi dengan 9 desainer ternama seperti Campana Brothers dan Nendo dalam mendesain benda-benda untuk dunia travelling. Bertempat di Palazzo Bocconi, Louis Vuitton menyulap ruangan bak hutan kecil seolah mengajak pengunjung untuk berpetualang di alam terbuka.

17166212772_520a9836af_o web 1

 

Sementara, Tory Burch meminta bantuan Bethan Laura Wood untuk memperindah window display butik. Karyanya terinspirasi dari koleksi terbaru Lettuce Ware dengan tulisan besar Lettuce Entertain You.

Desainer keramik asal Amerika, Dodie Thayer terpilih untuk merancang koleksi homeware pertama Tory Burch. Terdiri atas piring, mangkuk, dan gelas berbentuk daun selada, dikerjakan secara handmade dan setiap produk dilapisi warna hijau khas perabotan Napoli.

Berbeda dengan Marni yang lebih menyukai instalasi dari rotan hasil kerjasama proyek charity dengan kaum perempuan di Colombia dengan tema  Exotic Fruits yang terinspirasi dari Paloquemao Market di Bogotá Colombia.

Berbagai paviliun dari beragam negara juga dibangun dengan konsep arsitektur masing-masing dan menjadi perhatian tamu manca negara. Sebagai contoh, arsitek terkenal asal Jepang, Kengo Kuma, membuat sebuah paviliun dari kertas bernama Irori yang bermakna perapian cekungan tradisional.

Isi paviliun layaknya sebuah rumah, tampak lengkap dengan furnitur yang tertata horizontal ala tradisional Jepang. Sebuah perpaduan antara gaya modern dan tradisional khas Jepang. Itulah kekhasan negara matahari terbit ini yang selalu sukses memadukan sisi modern dengan tradisi yang selalu menyatu saling melengkapi. Elly Simanjuntak | Istimewa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here