72 Indonesian Inspiring Women 2017: Aviliani Ekonom

Tidak hanya peduli terhadap perekonomian daerah terpencil, pengamat ekonomi yang gemar minum teh hijau ini pun aktif di dunia pendidikan. Termasuk mengajar di STIE Perbanas, Dan di berbagai instansi lainnya.

Menduduki jabatan sebagai Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) tidak lantas membuat Aviliani melupakan kekayaan alam dan perekonomian Indonesia. Dia justru tetap memikirkan kondisi perekonomian di daerah-daerah terpencil.

Hal ini terbukti dari kegiatan travelling yang dilakukannya bersama putri semata wayangnya, Ismi yang berusia 13 tahun ke beberapa wilayah untuk membeli kerajinan tangan di sana. Dia selalu tergugah ingin menggerakkan perekonomian di berbagai daerah dengan cara tersebut, karena semangat para pengrajin pun jadi akan kian meningkat.

Tidak hanya itu, di awal tahun 2017 ini Aviliani menerangkan, “Sebaiknya anggaran dana desa lebih baik digunakan untuk pengentasan kemiskinan dan bukan untuk proyek atau infrastruktur yang tidak langsung melibatkan masyarakat.

Penyalurannya pun harus disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing dan memang dari desa tersebut.” Sosok ekonom ini juga mengingatkan pemerintah mengambil sikap tegas untuk segera melindungi produsen dalam negeri.

Hal tersebut dilakukan mengingat persaingan antara produsen dalam dan luar negeri cenderung dikuasai dari luar negeri. Dia juga berharap tidak ada monopoli dalam persaingan bisnis. Selaku bagian dari Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani juga ikut angkat suara saat menanggapi kebijakan perpajakan Juni 2017 yang berpatok pada saldo rekening.

“Dalam hal ini, saya berpendapat bahwa saldo yang ada dalam rekening tidak bisa dijadikan patokan. Sebab, bisa saja masyarakat berpenghasilan rendah yang menabung sedikit demi sedikit, hingga mencapai angka satu miliar dijadikan patokan dalam kebijakan ini,” katanya.

Di sisi lain, Aviliani juga ikut mengapresiasi adanya Koperasi Syariah (KS) 212. Menurut perempuan kelahiran 14 Desember 1961 ini, ke depannya KS 212 bisa bergerak ke bidang yang lebih luas, seperti sektor pertanian dan perindustrian.

Dengan ketentuan diurus dengan profesional, maka ke depannya komitmen untuk mengembangkan perekonomian pun akan bisa terus semakin meningkat. Tidak hanya peduli terhadap perekonomian daerah terpencil, perempuan yang gemar minum teh hijau setiap pagi ini pun aktif di dunia pendidikan.

Selain mengajar di STIE Perbanas, dia juga mendidik di berbagai instansi lain, seperti BIN, Lemhanas, maupun kepolisian. Tekadnya untuk tetap berbagi ilmu tetap akan selalu dijalani, karena ini memang merupakan panggilan jiwanya sejak dulu. Indah Kurniasih | Fikar Azmy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here