72 Indonesian Inspiring Women 2017: Dwia Aries Tina Pulubuhu Rektor Universitas Hasanuddin

Sebagai rektor perempuan pertama dalam sejarah Unhas, dia piawai ‘meramu’ program-program pendidikan, Agar Unhas masuk jajaran 500 besar World Class University.

Perempuan berkarakter tegas ini menerapkan sejumlah konsep pendidikan yang memacu para pendidik menjadi visioner dan agen perubahan. Di antaranya, memprioritaskan peningkatan budaya akademik disertai model kerja team work.

Dia pun termasuk sosok pemimpin yang mudah didekati. Setiap bulan, membuat rapat koordinasi dengan dekan dan ketua lembaga untuk menganalisa laporan kinerja bulanan setiap unit kerja. Secara terbuka, dia mengajak para mahasiswa untuk rajin berpendapat ataupun berkeluh kesah layaknya kepada ibu sendiri.

Di bawah kepemimpinannya, Universitas Hasanuddin (Unhas) mengukir sejumlah penghargaan bergengsi. Contohnya, juara I (Gold Medal) pada lomba karya tulis ilmliah berjudul Nepelatobi: Solution for Prevention Colorectal Cancer di 8th European Exhibition of Creativity and Innovation (EUROINVENT) 2016, Lasi, Rumania. Unhas juga meraih akreditasi internasional dari ASEAN University Network Quality Assurance (AUN_QA) untuk tiga program studi.

Dia menambahkan, “Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum atau PTN-BH di kawasan timur Indonesia, kami pun ditargetkan oleh Kemenristekdikti harus bisa meningkatkan ranking di world class university,” ucap salah satu Board Member Australia Indonesia Center ini.

Target pencapaiannya adalah Unhas masuk peringkat 500 besar World Class University dan konsisten meningkatkan daya saing di kancah internasional.

Dia juga menerapkan kebijakan dosen junior tidak diperkenankan studi lanjutan di Unhas atau dalam negeri. Hasilnya, 80% dosen Unhas menamatkan gelar S3 dari universitas ternama di luar negeri.

“Memotivasi para dosen ke luar negeri secara simultan akan meningkatkan berbagai kerja sama dengan perguruan tinggi terbaik di mancanegara,” tegasnya penuh semangat.

Saat ini, Unhas tengah fokus meningkatkan inovasi di bidang keunggulan kemaritiman Indonesia, sekaligus bentuk University Social Responsibility.

Salah satunya adalah menginisiasi Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) bekerja sama dengan Tanri Abeng University. Difokuskan pada pengembangan peternak sapi dan nelayan rumput laut.

Dipersiapkan pula Science and Techno Park Rumput Laut berkolaborasi dengan Kabupaten Talakar dan pengembangan garam industri di Kabupaten Jeneponto.

“Tak hanya itu, kami juga menambah beberapa prototipe inovasi yang dihasilkan berbasis riset. Contohnya, kapal fiber untuk nelayan rumput laut, “ tukas ibu dari tiga anak ini. Vyranputri | Dok. Pribadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here