72 Indonesian Inspiring Women: Shinta Widjaja Kamdani CEO Sintesa Group

Penghargaan Commander of The Polar Star disematkan langsung oleh Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia kepadanya, karena dinilai berperan dalam memperkuat kerjasama berkelanjutan antara pengusaha Indonesia-Swedia.

 

Sejarah Grup Sintesa dimulai dengan berdirinya NV Handelbouw en Cultuur Maatschappij pada 1919 oleh Oey Kim Tjiang dengan perkebunan karet sebagai bisnis utamanya. Pada 1959, perusahaan ini kemudian dilanjutkan oleh Johnny Widjaja dan saudara-saudaranya yang merupakan keturunan pendiri perusahaan.

Nama company kemudian berubah menjadi PT Tigaraksa dengan distribusi dan perdagangan sebagai kunci kesuksesan bisnis. Perusahaan pun tumbuh dengan cepat dengan diversifikasi bisnis, mulai dari consumer goods, properti, industri, dan energi.

Bisnis yang luas ini kemudian disatukan oleh Shinta Widjaja-generasi ketiga-di bawah sebuah holding company yang diberi nama Sintesa Group pada 1999. Memiliki investasi di 18 perusahaan dan dua di antaranya terdaftar di Indonesia Stock Exchange (IDX), yaitu PT Tigaraksa Satria, Tbk, dan PT Tira Austenite, Tbk.

“Terus terang, pertumbuhan bisnis kami selama ini cukup baik. Secara konsisten lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan sampai 20%. Namun, semenjak tahun lalu hingga sekarang, sepertinya sudah mulai stagnan. Karena keadaan ekonomi secara menyeluruh juga saat ini di Indonesia sedang menghadapi banyak tantangan.

Tahun kemarin jika kami hanya tumbuh sekitar 10%, sepertinya pada 2017 ini kurang lebih prediksinya akan sama,” ujar sarjana psikologi dan tari dari Barnard College, Columbia University New York dan Harvard Business School, Boston, USA ini dengan nada serius.

Sintesa Group ke depannya akan lebih fokus pada consumer goods, khususnya mengembangkan produk-produk kesehatan yang diberi nama Sintesa Health. Kemudian dari sisi industrial lebih memilih ke produk industri komponen. Dia menambahkan, “Sementara, di bisnis properti kami memang tengah mengembangkan eco-tourism resort di Sulawesi Utara dan bidang energi arahnya lebih ke renewable energy. Visi kami adalah menjadi sustainable excellent company, tak hanya memikirkan sisi nilai ekonominya saja, tapi
juga dampak sosial dan lingkungan.”

Selain memikirkan bisnis perusahaan, istri dari pengusaha sukses Irwan Kamdani ini juga meluangkan waktunya menjadi wakil ketua umum Kadin bidang kerja sama luar negeri. Bulan Mei 2017 silam, Pemerintah Swedia memberikan penghargaan kepadanya, karena dinilai berperan dalam memperkuat kerjasama berkelanjutan antara pengusaha Indonesia- Swedia. Penghargaan berupa Commander of The Polar Star tersebut disematkan langsung oleh sang Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia. Elly Simanjuntak | Fikar Azmy

 

 

Women’s Obsession edisi Agustus 2017

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here