73 Perempuan Tangguh 2018 | Bernadette Ruth Irawati Setiady Presiden Komisaris PT Kalbe Farma Tbk

Perempuan berkepribadian mandiri ini menunjukkan kapasitasnya memimpin perusahaan farmasi besar yang sukses di 10 negara.
Tak heran, bila namanya masuk dalam daftar wanita eksekutif paling
berpengaruh di bidang bisnis mewakili Indonesia.

 

Memimpin PT Kalbe Farma Tbk, dia mengaku sejatinya hanya meneruskan semangat dan nilai para pendiri Kalbe. Bernadette Ruth Irawati Setiady adalah seorang yang terbuka dengan seluruh kritik dan masukan yang membangun demi kelangsungan hidup perusahaan.

“Menurut saya pemimpin laki-laki maupun perempuan menghadapi tantangan serupa. Sebagai pemimpin, saya ingin dapat terus berkontribusi untuk company, membawa perusahaan bisa dikenal di tingkat regional maupun internasional,” katanya.

Sebelum dipercaya menjabat posisi puncak Kalbe Farma sejak 2008, dia memperoleh gelar Master of Science Degree dari Fakultas Ilmu Pangan, Universitas Cornell, Ithaca, New York.
Setahun kemudian dia bekerja sebagai product manager di PT Bukit Manikam Sakti, divisi infant food dari PT Kalbe Farma, kemudian menjabat marketing manager di PT Sanghiang Perkasa.

Pada tahun 2008 hingga 2017, dia menjabat sebagai presiden direktur Kalbe Farma. Kepemimpinan wanita kelahiran 19 Mei 1962 ini berhasil membawa perusahaan mencapai kurva pertumbuhan positif. Per tanggal 5 Juni 2017, dia resmi menjabat amanah baru
sebagai presiden komisaris perseroan berdasarkan pernyataan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan (RUPSP).

Di bawah kepemimpinannya, berdasarkan laporan keuangan semester I/2018 yang dipublikasikan, perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan penjualan 3,12% secara
tahunan. Jumlah yang dikantongi naik dari Rp10,06 triliun pada semester I/2017 menjadi sekitar Rp10,38 trililiun pada semester I/2018.

Inovasi terus dikembangkan dalam berbagai bidang, salah satunya mengoperasikan pabrik obat kanker dan sedang menyiapkan pabrik baru biosimilar di Cikarang. Tahun ini perusahaan juga mulai melebarkan bisnisnya dengan membuat usaha patungan laboratorium klinik dengan dua perusahaan asal Jepang. Bisnis ini selain menjadi diversifikasi usaha, juga akan menjadi salah satu jalur distribusi obat-obatan yang telah diproduksi oleh perusahaan selama ini.

Ke depannya, ditargetkan usaha baru ini tak hanya bisa menjadi laboratorium klinik biasa, namun juga tempat rujukan pengguna BPJS dari rumah sakit dan klinik. Kalbe Farma
ditopang oleh peningkatan daya beli masyarakat untuk sektor nutrisi dan kesehatan konsumen.

Divisi farmasi akan didorong oleh penjualan obat generik tanpa merek yang akan datang dari permintaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sementara divisi distribusi akan didukung oleh volume distribusi dari ketiga divisi lainnya. Untuk pasar produk premium dan bermerek, akan memperbesar porsi penjualan ke pasar rumah sakit swasta. Angie Diyya | Istimewa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here